Misteri Dana Rp 500 Juta Diterima TM Nurlif

Sekretaris DPD II Golkar Aceh Utara Ridwan Lidan: Saya tak Tahu dan Tidak Terima!

Sekretaris DPD II Golkar Aceh Utara Ridwan Lidan: Saya tak Tahu dan Tidak Terima!
ilustrasi/google.com

Banda Aceh | Ridwan Lidan, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Utara mengaku. Dirinya tak tahu dan menerima dana pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim-T. Maksalmina Ali yang disebut-sebut, disalurkan melalui Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM. Nurlif. “Saya tidak tahu dan mendapat informasi itu dan tidak menerimanya. Jika pun ada, melalui pengurus lain, saya juga tidak tahu. Bila benar ada dan diterima Pengurus DPD II Partai Golkar Aceh Utara. Ini sungguh diluar aturan yang berlaku di partai,” ungkap dia saat dikonfirmasi media ini, Rabu malam (10/5/2017).

Menurut Ridwan sistem kepemimpinan Partai Golkar adalah kolektif koligial. Artinya, semua persoalan, termasuk pendanaan yang masuk dan keluar harus dibahas secara bersama-sama, bukan orang per orang dan kelompok. Nah, jika praktik seperti ini ada, maka sangat tidak sesuai dengan aturan main yang ada di Partai Golkar.  Itu sebabnya, Ridwan Lidan mengaku prihatin dengan kisruh yang kini mulai melanda tubuh DPD I Partai Golkar Aceh. Sebab,  diakui atau tidak, kondisi tersebut juga akan membias hingga ke kabupaten dan kota.

“Di Aceh Utara misalnya,  penyegaran pengurus kecamatan juga mulai melenceng dari aturan main partai sehingga mulai ada pergesekan di bawah. Saya sudah sarankan, kalau pun diangkat wajah baru, tapi wajah lama jangan ditinggalkan begitu saja. Ada baiknya duduk bersama, termasuk dengan sejumlah sepuh atau senior sehingga apapun keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak,” sebut dia.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Aceh TM Nurlif dalam wawancara khusus dengan media ini mengaku. Dana Rp 500 juta yang diterima dari Tarmizi Karim telah digunakan untuk operasional tim pemenangan serta bantuan kepada DPD II Partai Golkar di kabupaten dan kota. Kabarnya, DPD II Partai Golkar Aceh Jaya ada menerima Rp 100 juta. Termasuk DPD II Partai Golkar Bener Meriah. Namun, untuk DPD II Partai Golkar Aceh Utara, diakui Ridwan Lidan tidak menerimanya. “Sekali lagi, sebagai sekretaris saya tidak tahu dan menerimanya, mungkin melalui pengurus yang lain, saya tidak tahun,” tegas dia berulang-ulang.

Terkait persoalan yang kini melanda tubuh DPD I Partai Golkar Aceh. Ridwan Lidan mengusulkan agar diselesaikan secara arif dan bijaksana. Tentu dengan aturan partai, bukan secara sepihak. “Kalau pun dinilai ada kesalahan serta tak bisa diajak kerjasama, tentu ada tahapan yang harus dilalui. Misal, surat peringatan satu, dua dan tiga. Ini kan partai milik bersama, bukan orang per orang atau kelompok. Jadi, jangan otoriter dan samakan dengan perusahaan,” ujar dia. Menjadi tak elok sebut Ridwan Lidan, jika terjadi perbedaan pendapat, justeru dinilai sebagai lawan. “Ironis, di tengah giatnya kita merekrut kader dari luar partai, justeru yang ada di dalam malah didepak,” kata dia.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...