Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Ajak Diskusi PT. EMM, Plt Gubernur Aceh Dinilai Menghindar

Sekjen BEM Unsyiah: Kami Akan Melawan Demi Kepentingan Rakyat

Sekjen BEM Unsyiah: Kami Akan Melawan Demi Kepentingan Rakyat
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menghadiri pelantikan BEM Unsyiah, 14 Februari 2019 (Foto: google)

Banda Aceh | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Sumardi menilai. Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, selalu menghindar saat pihaknya mengajak diskusi tentang PT. EMM.

Padahal, sebelumnya Nova Iriansyah berjanji dan siap berdiskusi bersama BEM Unsyiah. Itu disampaikan Nova, usai menghadiri pelantikan BEM Unsyiah beberapa waktu lalu di Darussalam, Banda Aceh.

“Kami hanya menagih  janji Plt Gubernur Aceh untuk berdiskusi soal PT. EMM. Tapi, selalu menghindar,” ungkap Sumardi melalui siaran pers kepada media ini, Senin (8/4/2019) di Banda Aceh.

Menurut Sumardi, atas janji dan kesepakatan itulah, pihaknya menagih janji tersebut. Tapi, alih-alih terlaksana, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah malah terkesan   melarikan   diri   dan menghindar dari mahasiswa.

Itu sebabnya, Sumardi menyayangkan dan mengecam sikap Plt Gubernur Aceh yang belum memberikan kejelasan mengenai waktu untuk bertemu kembali.

"Setiap minggu sejak tiga lalu, saya sudah tanyakan dan hubungi secara baik-baik. Namun tak ada kepastian. Kami selaku mahasiswa  butuh kepastian mengenai hal ini. Dan kami sudah mau menerima iktikat baik dari Plt Gubernur Aceh untuk berdiskusi,  tapi malah kami seolah dipermainkan," ucap dia.

Hanya itu? Tunggu dulu. Tanggal   11   Maret   2019 kata Sumardi, pihaknya sudah   mengirim   surat   undangan   secara   resmi   kepada Plt Gubernur Aceh. “Tapi ya lagi-lagi beralasan sibuk dengan agenda pemilu. Rakyat menjerit, sementara pemimpin menggunakan pamor hanya bagi kalangan elit saja tidak mau membela rakyat,” kritik Sumardi.

Begitupun, diakui Sumardi. "Sebagai mahasiswa kami masih menghargai beliau sebagai pemegang tampuk kekuasaan di Aceh   saat   ini.  Tapi   dengan   sikap   yang   tunjukkan,  maka   kami   akan   menantang Pemerintah Aceh untuk tuntaskan permaslahan yang membuat rakyat sengsara," ujarnya.

Maklum saja,  dari diskusi dan diskusi yang dilakukan, namun belum menemui titik terang. “Kami selaku mahasiswa tidak akan tinggal diam terhadap sikap pemerintah.  Lebih baik melawan demi kepentingan rakyat dari pada diam tak bersebab. Selaku mahasiswa kami akan  mengkritisi dan akan  berkontribusi, membela masyarakat  dan tidak akan ciut dihadapan birokrasi,” tegas Sumardi. Benarkah? Sepertinya perlu dibuktikan dan bukan hanya sebatas gertak sambal.***

Komentar

Loading...