Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Posisi Semakin Kuat

Sekdaprov Aceh Mengarah Kepada dr. Taqwallah

Sekdaprov Aceh Mengarah Kepada dr. Taqwallah
dr Taqwallah paling kanan, mendampingi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menemui Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Cilangkap Jakarta pada 30 Juli 2018 (Foto: Ist)
Rubrik

Jakarta | Posisi Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah dipastikan semakin kuat untuk menduduki kursi Sekdaprov Aceh, mengantikan Teuku Dermawan, yang akan memasuki pensiun, 30 Januari 2019 mendatang.

Informasi ini disampaikan beberapa sumber MODUSACEH.CO di Jakarta, Kamis pagi (24/1/2019), yang dihubungi melalui telpon seluer. Terutama kalangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI serta Sekretariat Negara. “Yang saya tahu begitu, tapi pastinya kita tunggu saja surat keputusan (SK) dari Presiden RI Joko Widodo dalam pekan ini,” ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya ini.

Menurut dia, dr. Taqwallah merupakan sosok alternatif terakhir, dari dua nama lainnya yaitu, Kamaruddin Andalah dan M. Jafar. “Ya, jika dilihat dari latar belakang pendidikan dan karir, Kamaruddin merupakan birokrat karir, sementara M. Jafar berasal dari akademisi dan belum banyak pengalaman di pemerintahan,” ujarnya lagi.

Sosok alternatif yang dimaksudkan sumber tadi adalah, karena Taqwallah mendapat dukungan politis dari berbagai kalangan di Aceh dan Jakarta. Walau pun diakui sumber ini, jika Taqwallah benar-benar menjadi Sekdaprov Aceh, maka inilah kali pertama terjadi dan sejarah baru bagi Aceh. Sebab, seorang dengan latar belakang pendidikan dokter umum, meraih kursi orang nomor tiga di Aceh.

20190124-taqwallah2

dr. Taqwallah (Foto: popularitas.com)

“Dia dipercaya untuk mengelola Pemerintah Aceh, mulai dari BRR NAD-Nias, Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh periode pertama), era Gubernur dr. Zaini Abdullah hingga saat ini sebagai Asisten II Setda Aceh. Termasuk adanya dukungan politis dari partai berkuasa,” jelas sumber yang juga pejabat setingkat eselon I di Kemendagri RI, Jakarta.

Begitupun, peluang untuk Kamaruddin Andalah tetap terbuka. Sebab, ada sejumlah tokoh dan pimpinan partai politik lokal dan nasional di Aceh, yang juga mengusulkan nama tersebut. “Namun, pertimbangan politis lebih mengental untuk memutuskan Taqwallah sebagai calon kuat Sekdaprov Aceh. Dari sisi kompetensi birokrasi, Kamaruddin memang pilihan tepat. Tapi sekali lagi, ini putusan politik. Taqwallah diharapkan bisa menjadi mediator antara Aceh dan Jakarta,” papar dia.

Sumber tadi juga berharap adanya dukungan dari berbagai elemen rakyat Aceh, terutama jajaran birokrasi, andai Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan Taqwallah sebagai Sekdaprov Aceh.

“Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, memerlukan penataan  birokrasi secepatnya paska OTT KPK terhadap Irwandi Yusuf. Karena itu, dengan berbagai pertimbangan, Taqwllah dinilai mampu menjadi penyimbang bagi Nova Iriansyah dalam menjalankan pemerintahan di Aceh untuk empat tahun mendatang,” urai sumber yang tetap meminta namanya tidak ditulis.***

Komentar

Loading...