Breaking News

Dibalik Pemberhentian Kepala BPKS Sabang (bagian dua)

Sayid Fadhil: Nova Pernah Bilang, Plt Gub tak Punya Kewenangan, Kok Sekarang Ada!

Sayid Fadhil: Nova Pernah Bilang, Plt Gub tak Punya Kewenangan, Kok Sekarang Ada!
dok.MODUSACEH.CO
Rubrik

MODUSACEH.CO | Terbitnya surat keputusan (SK) Bersama Dewan Kawasan Sabang (DKS), terhadap pemberhentian Sayid Fadhil dari kursi Kepala BPKS Sabang. Membuat semua memori atau ingatan Sayid muncul kembali.

Ibarat membuka buku catatan, satu per satu terungkap. Satu hal yang sulit dilupakan Sayid adalah, saat beberapa kali dia ingin bertemu (audiensi dan melapor) kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, jawaban yang didapat dari Ketua Partai Demokrat Aceh  ini adalah; saya hanya Plt Gubernur Aceh, tidak punya kewenangan soal itu! ungkap Sayid mengulang perkataan Nova sekali waktu.

“Tapi, kenapa sekarang tiba-tiba punya kewenangan untuk mengantikan saya. Ini politis dan baru saya tahu bahwa dia tidak suka kepada saya. Sangat arongan dan tendensius,” kata Sayid Fadhi pada media ini, Sabtu pagi (19/1/2019), di salah satu warung kopi di Banda Aceh.

Itu sebabnya, sebagai manusia yang punya harga diri, Sayid mengaku akan menempuh jalur hukum. “Saya tidak berambisi untuk kembali. Tapi, saya ingin tunjuk dan buktikan kepada rakyat Aceh bahwa pemimpin itu tidak boleh sewenang-wenang dan memerintah sesuai selera atau bisikan orang-orang di sekitarnya,” kritik Sayid.

Masih kata Sayid. “Kita orang berpendidikan dan aktif berorganisasi. Soal pergantian dan ditunjuk Plt itu biasa. Tapi, belum pernah saya temukan adanya SK Bersama DKS untuk pemberhentian Kepala BPKS Sabang,” ungkap dia.

Selain itu, sesuai dengan aturan dan tupoksi, Dewan Pengawas (Dewas) sudah melampaui kewenangan dan tugasnya. "Laporan yang kami sampaikan, harusnya dievaluasi tentang progres dan program yang sudah atau tidak berjalan. Misal, target sandar kapal 10 unit dalam enam bulan. Nah, kalau hanya 5 unit atau justeru 20 unit, kenapa itu bisa terjadi. Begitulah seterusnya. Namun yang terjadi, Dewas tidak melakukan itu, hanya mengambil kesimpulan dari laporan orang per orang sehingga melahirkan kesimpulan yang berisi asumsi dan opini, bukan telaah kritis dari laporan yang kami sampaikan," ungkap Sayid.

Itu sebabnya, Sayid menduga, Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS) yaitu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, ingin buang badan dan terkesan tak mau terseret sendiri, jika kasus ini masuk ke ranah hukum. “Terkesan dan diduga memang main cantik,” sebut Sayid. (selengkapnya baca edisi cetak, Senin, 21 Januari 2019).***

Komentar

Loading...