Enam Anak Punk Ditahan

Satu Terciduk dalam Kamar Mandi

Satu Terciduk dalam Kamar Mandi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Dinas Sosial Kota Banda Aceh kembali menahan enam anak punk di Rumah Singgah Lamjabat, Banda Aceh. Mereka ditahan karena berkeliaran di malam hari. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Banda Aceh, T.M. Syukri yang ditemui wartawan MODUSACEH.CO di Rumah Singgah mengatakan, enam anak punk tersebut ditangkap secara terpisah.

“Empat diantaranya merupakan warga Kota Banda Aceh. Mereka di jaring razia Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh pukul 00:00 malam (13/3/19) lalu,” ungkapnya Rabu sore (13/3/2019).

T. M. Syukri


Syukri mengungkapkan, warga Aceh yang ditahan merupakan pemain lama yang sudah sering dimasukkan ke Rumah Singgah Lamjabat. Namun, mereka memiliki kasus yang berbeda-beda saat pengkapan. “Misalnya Cut Melainti, dia ditanggkap sedang berada dalam WC umum di daerah Krueng Aceh dengan seorang pria. Selain itu, ada juga Sandi yang juga sering tiduran di jalan dengan kawanan anak punk dari berbagai daerah luar Aceh,” jelasnya.

Baca: Mirip Anak Punk, Tujuh Pengamen Jalanan Ditahan

Menurut Syukri, kebanyakan kasus anak punk di Aceh dipengaruhi oleh komunitas yang ingin merusak nama baik Aceh. “Dari pengakuan sejumlah anak punk yang pernah di tangkap. Mereka mengaku dibayar dan memang memiliki kerja sama dengan pihak luar negeri,” ujarnya.

Selain itu, dia menduga Sabang merupakan pos anak punk di seluruh Indonesia. Karena, anak punk dari berbagai daerah selalu berkunjung ke Sabang. “Semacam ada pos di sana. Setiap kita jumpai kasus selalu tujuan merek ke sana,” kata kepala bidang rehabilitasi itu.***

Komentar

Loading...