Diduga Struktur Bangunan Asal Jadi

Satu Masjid di Simeulue Roboh

Satu Masjid di Simeulue Roboh
Indra BN/Simeulue
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Indra BN/Simeulue

Simeulue | Apa jadinya jika bangunan mesjid roboh? Tentu yang muncul di benak setiap orang adalah prihatin. Namun, peristiwa inilah yang terjadi di Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue.

Bayangkan, masjid yang baru saja dibangun dengan anggaran Rp 500 juta yang bersumber dari Otsus APBK Simeulue 2016 ini, ambruk hingga sebagian bangunan rata dengan tanah.

Beruntung tak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Masjid ini dibangun  CV. Lina Harapan. Itu sebabnya, warga meminta perusahaan ini bertanggung jawab.

Anggota DPRK Simeulue, Irawan Rudiono menyayangkan kejadian itu. Pada wartawan ia menjelaskan kronologis kejadian tersebut.

Katanya, naas itu terjadi Jum’at (19/5/2017), sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu warga sedang beraktifitas, dikagetkan suara robohnya salah satu bangunan rumah ibadah ini.

Seketika, masyarakat sekitar pun beramai ramai melihat masjid yang rontok ini. Maklum, pembangunan tahap pertama pun baru saja rampung. Dia meminta dinas terkait selaku penanggungjawab, untuk menangani segera dengan memanggil kontraktor pelaksana.

Politisi PKS ini  menegaskan, jika tidak diperbaiki, pihaknya akan menempuh jalan hukum, apalagi jika ditemukan indikasi terjadi permainan atau KKN sehingga mengakibatkan volume bangunan masjid menjadi sasaran objek rupiah.

”Kita menyayangkan robohnya bangunan masjid yang baru dibangun ini. Bayangkan, tak ada bencana alam seperti gempa, kok tiba tiba saja ambruk. Wajar saja kalau mutu bangunan ini diragukan,” ujar Irwan.

Kepala Desa Awe Seubel, Henni Abon Asmadi yang dijumpai MODUSACEH.CO di kantornya membenarkan robohnya masjid yang dibangun CV. Lina Harapan ini. Bahkan, dari awal dia sudah mencurigai adanya keanehan dalam pelaksanaan pembangunan proyek Masjid Nurul Hidayah ini.

Dia mencontohkan, saat penggalian pondasi hanya berkisar 50 sentimeter dan baru mulai dirubah setelah kepala desa ini menolak dan meminta rekanan untuk menambah kedalaman galian pondasi untuk tiang utama masjid sedalam satu meter.

Tak hanya itu, ia menilai campuran semen dan pasir juga tak seimbang, ukuran besi yang terlihat pun diragukan.

Hasilnya,  bangunan yang katanya sudah selesai itu justeru dengan mudah tumbang tanpa ada bencana alam.

“Dari awal kami sudah meragukan mutu bangunan masjid yang dibangun CV. Lina Harapan. Keraguan itu kami sampaikan langsung ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang kebetulan sedang ada acara di Desa Awe Seubel. Melihat kondisi bangunan, PPK pun meradang, namun entah bagaimana cerita selanjutnya, yang jelas keraguan kami selama ini terjawab sudah. Faktanya bangunan ambruk. Harapan kami sebagai masyarakat pembangunan masjid ini dimulai kembali dari dasar,” pinta Henni Abon Asmadi.

Sementara itu konsultan pengawas CV. Konsulindo yang dikonfirmasi media ini (20/5/17) tak menepis adanya kekurangan fisik bangunan. Namun, dia berdalih sudah mengingatkan dan meminta kontraktor untuk memperbaiki kekurangan pekerjaan yang tampak belum selesai itu. Dia juga menyesalkan sikap rekanan yang lalai dan tak mau meperbaiki bangunan yang tampak masih cacat ini.Padahal sudah disepakati dalam berita acara PHO. Alasan kontraktor bertele tele. Salah satunya karena kemampuan dana. Namun  anehnya, meski sudah mengetahui kekurangan kualitas bangunan, konsultan pengawas ini juga merestui PHO bersama Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) dengan alasan pertimbangan batas waktu mati kontrak.

“Sebelum diusulkan PHO proyek tersebut sudahditinjau langsung bersama pihak dinas dan dihadiri PPTK serta diketahui PPK. Dari hasil fisik diakui bangunan saat itu masih ada  yang tampak cacat, namun mengingat waktu batas mati kontrak, akhirnya dilakukan PHO dengan catatan pihak rekanan bersedia menyelesaikan pekerjaan yang belum terelalisasi dengan sempurna.Kesepakatan itu dituangkan dalam berita acara PHO.Disesalkan, ternyata rekanan tak juga menyelesaikan kekurangan pekerjaan,“ jelas Iskandar selaku konsultan pengawas.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...