Terkait Pelaku Perampokan di Aceh Barat

Satgas PA Sepakat Tindak Tegas, Bupati Ramli Persilakan Tanya Kapolres

Satgas PA Sepakat Tindak Tegas, Bupati Ramli Persilakan Tanya Kapolres
Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa (Foto: Aidil Firmansyah/MODUSACEH.CO)

Meulaboh | Kepemilikan 40 butir amunisi aktif kaliber 5,56 milimeter, satu unit magazine, borgol dan bendera bulan bintang,  yang diamankan polisi dari seorang yang diduga perampok, Senin pekan lalu, masih menyisakan berbagai asumsi. Diyakini sebagai salah satu anggota dari Satuan Tugas Partai Aceh (Satgas PA) Aceh Barat.

Dugaan ini berdasarkan Kartu Tanda Anggota yang dimiliki pelaku dengan Nomor 0840/KTA/SPA/I.2017. Selain itu, pelaku juga memiliki dua Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan identitas berbeda. Satu bernama Nyak Acob, satu lagi Zuhelmi.

Itu sebabnya, Ketua Satgas PA Aceh Barat, Nurdin kepada MODUSACEH.CO mengungkapkan. Dirinya tak mengetahui bila pelaku sebagai anggotanya. Dia juga mengaku telah melakukan pengecekan terhadap mantan anggotanya, untuk memastikan apakah benar atau tidak, Zuhelmi bagian dari anggota mereka.

“Saya tidak dapat pastikan dia anggota saya atau bukan. Nanti akan saya cek kembali. Kalau anggota, saya yakin dia sudah lama tidak aktif. Apalagi yang dilakukan olehnya bukanlah tindakan yang baik, melainkan merusak nama baik Partai Aceh. Sebaliknya, apabila itu benar bagian dari kami, maka akan ditindak tegas,” kata Nurdin, Sabtu (9/3/2019).

Menurut Nurdin, apa yang dilakukan Zuhelmi merupakan perbuatan pribadinya dan tidak dibawa ke ranah politik. Apabila Zuhelmi benarkan sebagai anggota Satgas PA, maka akan dikeluarkan. Sebab, apa yang dilakukannya tidak sesuai dengan aturan dan etika yang berlaku dalam organisasinya.

Nurdin menyatakan, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian, khusus Polres Aceh Barat, meskipun yang terlibat itu benar anggotanya.

20190310-nurdin-ketua-satgas-pa-aceh-barat

Nurdin, Ketua Satgas PA Aceh Barat (Foto: Ist)

“Sesuai arahan dan perintah pimpinan kami tindak tegas, yakni kita keluarkan dari Satgas PA. Kita tidak pernah mengarahkan apalagi mengajari anggota untuk melakukan perbuatan melawan hukum, dan ini dapat mencederai organisasi,” ungkap Nurdin.

Sebelumnya pelaku Zulhelmi  (27) mencoba melakukan upaya tindakan kriminal dengan menghadang seorang personel kepolisian di Jalan Generasi Desa Seneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Senin malam pekan lalu.

Petugas yang memakai baju preman saat itu, sempat berduel dengan Zulhelmi. Karena tidak bisa menyaingi petugas, dia kabur dengan meninggalkan sepeda motor. Begitupun, jajaran kepolisian setempat hingga saat ini belum mengetahui motif pelaku melakukan penodongan terhadap petugas.

“Saat itu ada anggota polisi sedang melintas bersama temannya. Tiba-tiba pemilik sepeda motor memberhentikan dan menunjukkan borgol dengan mengaku sebagai anggota. Saat diperiksa sepeda motor, kami menemukan, amunisi, magazine, bendera bintang bulan,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa, Rabu pekan lalu.

Katanya, pelaku juga mengeluarkan borgol dari saku celana. Karena terdesak usai adu jotos dengan petugas, ia melarikan diri ke arah semak-semak. Dalam waktu kurang dari 2 X 24 jam, Z berhasil dibekuk polisi. Namun, hingga saat ini petugas masih enggan memberi keterangan lebih lanjut tentang pelaku.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu lembar baju kaos lengan panjang bertuliskan ‘Petugas Pendopo Bupati’, satu lembar Kartu ATM atas nama Ramli MS atau serupa dengan nama Bupati Aceh Barat dan dua lembar Kartu Tanda Anggota (KTA), salah satu partai lokal di Aceh. Termasuk tujuh unit kunci pas dan satu obeng.

“Sebelum terjadi duel dengan petugas, pelaku sudah membuntuti petugas belakang dengan menjaga jarak satu kilometer, saat ini sedang dalam pengembangan,” katanya.

Hasilnya, ditemukan 40 amunisi aktif kaliber 5.56 milimeter, satu unit magazine dan satu lembar bendera bintang bulan diamankan Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat. Petugas mendapati barang tersebut dalam jok sepeda motor, BL 5337 EAH. Diduga milik salah seorang perampok. Kini, pelaku dan barang bukti sudah diamankan pihak kepolisian.

Kini, Zulhelmi mendekam di Rutan Mapolres Aceh Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dia bisa disangkakan atau melanggar Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Baca: Polisi amankan seorang pemuda beserta amunisi dan bendera bintang bulan.

Nah, terkait ditemukan baju yang bertuliskan Petugas Pendopo Bupati Aceh Barat, Nurdin mengaku tidak pernah menungaskan dan menitipkan anggotanya untuk melakukan pengamanan dikediaman dinas bupati. Tak hanya itu, polisi juga menemukan barang bukti (BB) satu lembar kartu ATM Bank Mandiri atas Nama Ramli MS, menyerupai nama Bupati Kabupaten Aceh Barat.

20190310-ramli-ms-bupati-aceh-barat

Bupati Aceh Barat, Ramli MS (Foto: antaranews.com)

Atas temuan tadi, Bupati Aceh Barat, Ramli MS saat di Konfirmasi MODUSACEH.CO, tidak mau berkomentar, apakah kartu ATM tadi miliknya atau bukan. “Tanya saja pada yang bersangkutan dan Pak Kapolres,” kata Bupati Ramli, singkat.***

Komentar

Loading...