Breaking News

Besok Pemilihan Rektor Unsyiah

Samsul Rijal atau Syahrul?

Samsul Rijal atau Syahrul?
dok.MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Setelah sempat tertunda karena alasan proses rekam jejak. Kemenristekdikti akhirnya memutuskan. Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berlangsung Senin besok, 5 Februari 2018, pukul 10.00 WIB, hari ini di Ruang Balai Senat Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh.

Kepastian ini sesuai surat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Nomor 474/A.A2/RHS/KP/2018, tanggal 1 Februari 2018. Surat itu yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Naim, sekaligus memastikan bahwa proses penelusuran rekam jejak calon rektor telah selesai dilaksanakan. Surat dari Kemenristekdikti sebelumnya bernomor 36/A.A2/RHS/KP/2018 menyebutkan bahwa, pemilihan rektor baru dilaksanakan setelah proses penelusuran rekam jejak (track record) calon rektor diselesaikan.

Sekretaris Senat Unsyiah, Prof Dr Marwan MSi kepada awak media pekan lalu mengatakan, rektor terpilih kali ini akan memimpin Unsyiah untuk masa bakti 2018-2022. Pemilihan akan dilakukan seluruh anggota Senat Unsyiah serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohamad Nasir PhD, Ak.

Ada 65 persen suara yang berasal dari Senat Unsyiah, sedangkan 35 persen lainnya merupakan suara dari Menristekdikti. Sebelumnya, Senat Unsyiah telah menetapkan tiga nama sebagai calon rektor yang akan dipilih pada Senin hari ini. Ketiga calon rektor itu ditetapkan senat berdasarkan hasil tahapan penjaringan, usai menyampaikan visi misi bakal calon rektor di Balai Senat Unsyiah, Senin (11/12/2017). Mereka adalah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng (Fakultas Teknik), Dr nat tech Syafruddin SP MP (Fakultas Pertanian), dan Dr dr Syahrul SpS- (K) (Fakultas Kedokteran). Ketiga calon itu ditetapkan setelah dipilih oleh tim senat dalam tahapan penjaringan calon.

Pada proses penjaringan tersebut, Prof Samsul Rizal yang sedang menjabat Rektor Unsyiah meraih dukungan terbesar, 51 suara, Dr Syahrul memperoleh 24 suara, dan Dr Syafruddin 2 suara. Sementara calon lainnya, yaitu Dr Muhammad Adam tereliminasi pada tahap penjaringan karena tidak memiliki suara.

Terkait proses rekam jejak, Kemenristekdikti, melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setiap calon ungkap sumber tadi, akan diteliti secara mendalam terhadap harta serta kekayaan. Termasuk, apakah ada sangkut paut dengan hukum, terutama kasus dugaan korupsi. Makanya, melahirkan berbagai praduga di masyarakat. Termasuk beberapa civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Memang, sesuai pasal 8, peraturan Kemenristekdikti No;19/2017 menyebutkan; menteri melakukan penelusuran rekam jejak calon pemimpin PTN sebagaimana dimaksud pasal 7 ayat (6). Ayat 2, penelusuran rekam jejak sebagaimana maksud pada ayat (1) dilakukan melalui koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dan/atau lembaga/instansi pemerintah lainnya. Ayat (3). Dalam hal terdapat calon pemimpin PTN yang memiliki rekam jejak tidak baik, dilakukan proses penjaringan ulang/atau penyaringan ulang. Dan Pasal 4, calon pemimpin PTN yang memiliki rekam jejak tidak baik sebagaimana dimaksud ayat (3), tidak dapat mengikuti proses penjaringan dan penyaringan ulang.

Nah, akankah laporan Prof. Darni Daud kepada Presiden, Menteri serta KPK, terkait kasus yang menimpa dirinya dan disebut-sebut ikut menarik nama Samsul  Rijal menjadi penilaian rekam jejak Kemenristekdikti?  Sejauh hasilnya memang aman-aman saja. Sebab, Samsul Rijal dinyatakan sah sebagai calon rektor bersama dua pesaing lainnya.

Lepas dari semua itu, soal siapa yang menjadi Rektor Unsyiah Banda Aceh memang masih sangat teka-teki. Jika suara Kemenristekdikti absen misalnya, maka dapat dipastikan Samsul Rijal akan meraih kemenangan. Sebab, sebelumnya atau saat penjaringan, dia berhasil meraih 51 suara. Dan, jika ada penambahan dua suara dari Dr Syafruddin, maka menjadi 53 suara, sementara Dr. Syahrul meraih 24 suara. Sebaliknya, jika suara Kemenristekdikti (35 suara) beralih kepada Dr. Syahrul, maka dokter ahli syaraf ini akan mendulang total 59 suara. Dia menang enam suara dari Samsul Rijal. Atau, jika Kemenristekdik mendukung Samsul Rijal, maka dipastikan dia menang mutlak 88 suara. Selengkapnya baca edisi cetak, terbit, Senin, 5 Februari 2018.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...