Besok, PN Meulaboh Jadwalkan Sidang Juragan

Samsuardi alias Juragan: Bah Dimeudawa Hakim Ngon Jaksa

Samsuardi alias Juragan: Bah Dimeudawa Hakim Ngon Jaksa
Samsuardi/DELIPUTNews.com
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh telah menjadwalkan sidang Samsuardi alias Juragan, Jumat (12/05/2017). Humas Pengadilan Negeri Meulaboh Muhammad Alquddri, SH, Selasa kemarin (09/05/2017) di PN Meulaboh mengatakan. Ketua PN Meulaboh telah menetapkan ketua majelis hakim adalah Ketua PN sendiri yaitu Said Hasan, SH  dengan hakim anggota satu Wakil Ketua PN Meulaboh Muhammad Tahir, SH dan hakim anggota dua T. Latiful, SH.

“Tetapi yang jelas Ketua Pengadilan Negeri telah menetapkan ketua majelis yang dipegang Ketua PN langsung. Hakim anggota Wakil PN Muhammad Tahir dan hakim anggota kedua T. Latiful, SH,” ujar Humas PN Muhammad Alquddri yang juga hakim, Selasa. Humas PN Meulaboh Muhammad Alquddri mengaku, ada dua berkas perkara yang akan diperiksa pada sidang perdana Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya  Samsuardi alias dikenal Juragan itu.

Namun lanjut Muhammad Alquddri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nagan Raya telah diberitahu Pengadilan Negeri Meulaboh bahwa sidang Jumat nanti. “JPU sudah diberitahukan untuk mengajukan terdakwanya, bisa dilihat perkembangan perkara ini, Jumat besok," sebut Muhammad Alquddri.

Sementara itu, Samsuardi alias Juragan di Mahkamah Syariah Meulaboh, Peunaga, Kecamatan Meureubo, Rabu (10/05/2017) mengaku belum tahu jadwal sidangnya itu. “Hana teupo lom, peu ata-ata sot, han hek ta sidang ata-ata sot, kaleh sigoe di Mahkamah Agung kananyan. Incrach, han ek tapeuteupatnyan, bah dipeutepat le awak nyan keudoroe. Bah dimeudawa hakim ngon jaksa (ndak tahu saya, persoalan itu itu saja. Ndak sanggup sidang berkali-kali. Sudah sekali di Mahkamah Agung dan sudah inchrach. Biar hakim dan jaksa berdebat sendiri,” sebut Samsuardi, Selasa.

Sebelumnya, seperti diberitakan Harian Serambi Indonesia, Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Rabu (03/05) melimpahkan kasus dugaan penyerobotan dan perusakan lahan perkebunan sawit milik 35 masyarakat Pulo Ie, kecamatan Kuala, Nagan Raya. Kasus tersebut terjadi tahun 2012 lalu. Perkara kedua, terkait dugaan merusak aneka tanaman milik korban Hermalinda, lalu kemudian menggantinya dengan tanaman sawit milik terdakwa tanpa seizin pemilik tanah. “Total pohon sawit yang dirusak terdakwa sebanyak 4.075 batang, dengan kerugian sebesar Rp 1,3 miliar,” jelas Oki Winarta, seperti diberitakan Harian Serambi Indonesia.***

 

Komentar

Loading...