Keluhan Masyarakat Dekat Pelabuhan PT. Mifa Bersaudara

Samsimar: Makan dan Tidur Dalam Debu!

Samsimar: Makan dan Tidur Dalam Debu!
Samsimar memperlihatkan debu yang lengket di telapak kakinya, padahal lantai rumahnya baru disapu sekitar dua jam lalu.
Penulis
Rubrik

Meulaboh | Debu yang diduga bersumber dari stock pill (pelabuhan) PT. Mifa Bersaudara, di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang masuk ke rumah masyarakat, tampaknya memang nyata. Rumah Samsimar (50) misalnya, setelah ia menjelaskan permasalahan yang diduga tidak terselesaikan sejak beberapa tahun lalu, Samsimar mengajak saya untuk datang ke rumah, guna melihat langsung debu yang merayap di rumah itu.

Faktanya, setelah berjalan dalam rumahnya, telapak kaki saya dan Samsimar terlihat hitam. Padahal baru beberapa langkah menginjak keramik lantai rumah tersebut. Sambil menunjukan debu-debu yang masuk ke rumahnya  Samsimar mengatakan. “Kami tidur dan makan dalam debu,” ujarnya, Selasa (30/01/2018).

Sebelum menuju ke rumahnya, Samsimar menjelaskan, debu yang malanda perumahan masyarakat yang tinggal dekat pelabuhan batu bara PT. Mifa Bersaudara, parah sekali. “Debu sudah melewati batas,” katanya, sembari diamini Marni. Bahkan di musim kemarau saat ini, debu yang diduga bersumber dari PT. Mifa Bersaudara, kian menjadi-jadi. “Apalagi sekarang lagi musim kemarau. Saya mengeluh, sudah capek,” jelas Samsimar.

Keluhan Samsimar dan masyarakat setempat bukan tanpa sebab. Menurut Samsimar, sudah ia bersihkan rumahnya, tapi debu ada lagi. “Karena kenapa begitu, sudah siap kita bersihkan, sudah ada lagi debu. Disitu saya mengeluh,” tegasnya.

Warga Dusun Pertanian itu mengaku, dalam sehari sedikitnya ada dua kali terpaksa harus mengepel rumahnya itu. “Dalam sehari ada dua kali saya ngepel, kalau tidak, kaki mau pergi shalat tidak mungkin berdebu. Kemudian waktu kita pijak risih, terasa ada debu batu bara,” jelas Samsimar.

Perempun itu juga mengaku, membersihkan debu yang diduga dari debu batu bara, tidak seperti membersihkan debu-debu lain. “Kemudian waktu kita sapu tidak mau pergi, capek kita sapu, bukan sekali kita sapu mau terus, di situ capek kali,” sebut Samsimar.

Itu sebabnya, ia mengharapkan perumahan masyarakat yang tinggal di kawasan stock pill PT. Mifa Bersaudara harus dibebaskan. “Saran saya harus diberikan pembebasan rumah masyarakat di sini,” ujar Samsimar, berharap. Ia juga mengaku, sebenarnya saat pembebasan tanah di Desa Peunaga Cut Ujong, perjanjiannya tidak ada tumpukan batu bara di pinggir laut tersebut. “Sebenarnya dari pembebasan tanah, janjinya tidak boleh timbun batu bara di situ, tidak ada janji tumpuk batu bara di situ,” katanya.

Maka, selama pelabuhan batu bara PT. Mifa Bersaudara beroperasi di sana, hanya satu tahun mereka tidak terkena dampak debu, sebab saat pertama tidak ditumpukan batu bara di stock pill dimaksud. Satu tahun kami tidak kena debu karena tidak ditimbun, kami sudah mendemo tapi tidak serius ditanggapi, pembebasan juga tidak diberikan,” katanya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...