Salut, Komunitas Group WhatsApp Dapat Bangun Rumah Warga Miskin

Salut, Komunitas Group WhatsApp Dapat Bangun Rumah Warga Miskin

Simeulue | Sebuah komunitas Group WhatsApp (WA) yang diberi nama KABAR SIMEULUE berhasil mengumpulkan donasi serta membangun rumah milik Radian Sani dan Rosaliani, warga miskin di Desa Tameng, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue.

Group WA yang beranggotakan 230 orang itu selama satu Minggu berhasil mengumpulkan donasi berbentuk uang mencapai Rp 20 juta rupiah dari orang-orang yang tergabung dalam group media sosial KABAR SIMEULUE itu. Selain uang, donasi yang disumbangkan para dermawan juga ada yang berupa sembako dan material bangunan.

Semua donasi yang terkumpul, baik itu uang maupun material bangunan hasil sumbangan dikumpulkan kemudian dibelanjakan untuk membeli segala peralatan bangunan rumah yang diperlukan untuk membangun rumah layak huni.

Saldianto, bendahara donasi mengatakan. Proses pengumpulan donasi baik itu berupa uang maupun material bangunan, dilakukan selama satu minggu.

Selanjutnya dilakukan belanja kebutuhan pembangunan rumah, dan langsung disalurkan dengan dibantu berbagai pihak.

"Donasi ini kami kumpulkan selama satu minggu, selanjutnya langsung dibelanjakan kemudian diteruskan dengan penyaluran ke pihak keluarga Radian Sani ini," kata Saldianto, Kamis, 08/08/2019.

Lanjut Saldianto,  kegiatan ini juga turut mendapat bantuan dari jajaran TNI-Polri, pemerintah, wartawan, oengusaha, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Mereka memberi bantuannya untuk kegiatan yang sangat bermanfaat ini.

"Semua orang yang tergabung dalam group WA Kabar Simeulue turut serta memberi bantuan. Bahkan ada juga orang yang memberi bantuan dari masyarakat luar group dan daerah Simeulue, semoga apa yang telah diberikan menjadi pahala bagi mereka," jelasnya.

Novikar Setiadi, ketua rombongan saat mengantar bahan bangunan hasil donasi itu mengatakan. Program dari WA untuk donasi kemanuasian, sehingga dapat melakukan bedah rumah tidak layak huni

Kegiatan ini semata-mata untuk menggugah kesadaran semua pihak, sebagai bentuk kebersamaan untuk membantu sesama.

Selain itu menjadi contoh bagi pihak lain untuk melakukan kegiatan bermanfaat lewat media sosial.

"Ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian sesama, ini menjadi contoh adanya kebersamaan dan kepedulian apapun dapat kita lakukan," papar Novikar Sertiadi.

Sementara itu Radin Sani, mengucapakan banyak terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah memberikan bantuan padanya, semoga apa yang diberikan menjadi amal ibadah bagi si pemberi bantuan.

"Saya sangat berterimakasih atas apa yang telah diberikan, semoga semua ini menjadi amal ibadah pada si pemberi di akhirat kelak," ucapnya.

Sekedar informasi, keluarga Radian Sani, tergolong warga miskin di desanya.

Sejak memutuskan pindah dari rumah orang tua, Radian Sani beserta istri dan empat buah hatinya yang masih kecil, tinggal di sebuah rumah yang dibangun secara swadaya oleh warga setempat.

Rumah milik Radian Sani ini atapnya terbuat dari daun rumbia, tiangnya dari batang kayu bulat dan bambu seukuran betis yang telah lapuk.

Bahkan telah ditopang dan diikat tali seadanya agar tidak roboh. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan berlantai tanah. Ukurannya hanya 4x6 meter saja, semua ruangan menyatu tidak satu pun sekat yang membedakan bahwa itu kamar tidur atau dapur.

Rumah yang dibangun lima taun lalu itu mulai menua. Atapnya sudah banyak yang bocor, tak jarang setiap hujan turun anak-anaknya mengeluh kedinginan karena dibasahi air hujan.***

Komentar

Loading...