Breaking News

Dr. dr. Syahrul, SpS (K), Calon Rektor Unsyiah 2018-2022 (bagian satu)

Sadar Peran Media, Tak Ingin Unsyiah Jadi Menara Gading

Sadar Peran Media, Tak Ingin Unsyiah Jadi Menara Gading
dok. MODUSACEH.CO

Banda Aceh | Senin pekan lalu, salah satu ruang pertemuan, Hotel Hermes Palace Banda  Aceh, ramai didatangi para akademisi aktif maupun pensiunan, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Termasuk sejumlah dokter dan awak media serta istri Gubernur Aceh, Darwati A. Gani.

Bahkan, tampak pula beberapa guru besar universitas tertua di Aceh ini. Misal, mantan Gubernur Aceh Prof. Dr. Syamsuddin Mahmud, Prof. Dr. Bahren Sugihen dan lainnya. Maklum saja, hari itu, Dr. dr. Syahrul, SpS (K) mendeklarasikan dirinya untuk maju sebagai calon Rektor Unsyiah Periode 2018-2022.

“Konferensi pers ini  saya buat bukan tiba-tiba, tetapi sengaja saya persiapkan dengan baik, karena saya ingin melangkah dari awal bersama-sama dengan media. Saya tidak mau rekan-rekan wartawan yang mencari saya. Sebaliknya, dalam era komunikasi dan publikasi modern, para pemimpin publiklah yang harus duduk bersama  rekan-rekan wartawan dan mengundang media seperti konferensi pers yang kita buat pada hari ini,” kata dr. Syahrul, mengawali sambutannya.

Diakui Syahrul, tanpa peran  media,  masyarakat  tidak akan memperoleh informasi dan pencerdasan. Begitu juga dengan azas transparansi  dan  akuntabilitas publik,  tidak akan pernah ada tanpa  peran media. Padahal dalam masyarakat demokratis, transparansi, komunikasi dan partisipasi publik merupakan hal yang paling dianjurkan.

“Universitas bukan menara gading, begitu juga jabatan dan kedudukan tinggi di universitas tidak boleh  oleh siapapun menjadikannya seperti menara gading. Jauh dari jangkauan partisipasi masyarakatnya,” ucap Dr. dr. Syahrul, didampinggi  dr. Nasrul  Musadir, Ketua Tim Pemenangan  Dr. dr. Syahrul.

Memang, jika tak ada halangan, Desember 2017,  civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, akan melaksanakan perhelatan akbar bertajuk; Pemilihan Rektor Periode 2018-2022. Sejauh ini,  baru dua nama yang muncul yaitu, Prof. Dr Syamsul Rizal (incumbent) dan Dr. dr. Syahrul, SpS (K). Mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah dua periode ini (2004-2008 dan 2008-2012) bertekad, menjadi perguruan tinggi jantong hate (jantung hati) rakyat Aceh, sebagai lembaga pendidikan  tinggi yang transparan, demokratis serta akuntabel.

“Universitas harus menjadi menara ilmu, menjadi bagian dari  cahaya peradaban masyarakat maju.  Menjadi cahaya lampu yang kuat dan terang  dalam setiap ruang pembangunan bangsa dan masyarakat kita melalui peran serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi,” sebut putra Aceh Besar ini.

Siapa Dr. dr. Syahrul, Sp S (K)? Dia seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang (1988). Lalu, tahun 1997, meraih spesialis syaraf di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Karir terus bergerak sebagai Konsultan Stroke dari Kolegium Neurologi Indonesia (2010). Dan pada tahun 2013, meraih gelar S3 (Doktor), Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta.

Dr. dr. Syahrul lahir di Banda Aceh, 2 Februari 1962. Ayah tiga anak ini, menamatkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Ulee Kareng Banda Aceh (1974). SMPN IV Banda Aceh (1977) dan SMAN I Banda Aceh (1981). Suami Dr. Ir. Intan Syahrini, M.Si (alumni ITS Surabaya) ini, juga pernah menjadi Direktur RUSDZA dan RSUD Meuraxa Banda Aceh.***

 

Komentar

Loading...