Breaking News

Saat Pencoblosan, Nelayan Aceh Barat Dihimbau tak Melaut

Saat Pencoblosan, Nelayan Aceh Barat Dihimbau tak Melaut
Bot nelayan di Lampulo (foto: detik.com)

Meulaboh | Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat menghimbau kepada nelayan di daerah tersebut untuk tidak melaut pada 17 April 2019 atau dihari pencoblosan sebelum menggunakan hak pilihnya. “Secara aturan adat laut selama ini, memang tidak ada larangan untuk tidak melaut sebelum mencoblos seperti aturan yang mengatur larangan saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus, serta peringatan gempa dan tsunami Aceh,” kata Panglima Laot, Amiruddin, Selasa (16/4/2019).

Dikatakannya, menggunakan hak pilih pada Pemilu dengan datang ke Tempat Pengumutan Suara (TPS), juga merupakan bagian terpenting bagi para nelayan, dalam menentukan nasib bangsa melalui pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Semua nelayan harus menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS untuk memilih terhadap Capres dan Caleg, sesuai hati nurani.

Di Kabupaten Aceh Barat lanjutnya, hampir rata-rata penduduknya merupakan nelayan lantaran berada di daerah pesisir, dan jika para pelaut itu tidak memanfaatkan hak pilihnya, maka akan banyak suara yang hilang.

“Nelayan daerah kita telah mengetahui hari pemungutan suara, hanya persoalan kemauan dan kesadaran nelayan itu sendiri agar tidak masuk golongan putih (golput) karena satu suara sangat berharga menentukan bangsa Indonesia ke depan,” ujarnya.

Selama ini, dalam melaut, nelayan daerah setempat memiliki jadwal dengan bilangan hari yang berbeda-beda. Ada yang melaut hanya satu hari, yakni pergi pagi pulang siang, ada pula nelayan yang melaut sampai tujuh hingga 15 hari di laut. Nelayan yang mungkin saat ini berada di laut tengah mencari rezeki akan pulang untuk mengikuti pemilihan. Kemudian, nelayan yang belum melaut diminta, Rabu, 17 April 2019, datang ke TPS dan memilih.***

Komentar

Loading...