Breaking News

Cover Story

Saat Irwandi "Berkicau dan Mengigau"

Saat Irwandi "Berkicau dan Mengigau"
Irwandi di persidangan Tipikor Jakarta (Foto: tirto.id)

MODUSACEH.CO | IBARAT vocalis, tak butuh waktu lama bagi Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh nonaktif untuk “melantunkan” musik cadas, mengiringi kasus dugaan korupsi yang kini sedang dilakoninya. Dia tampak begitu reaktif di “panggung” Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, usai diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui operasi tangkap tangan (OTT), 3 Juli 2018 lalu di Banda Aceh.

Lihatlah, hari berganti pekan dan bulan sejak penangkapan dirinya tadi. Satu per satu nama disebut di luar dan dalam persidangan yang kemudian beredar di media sosial seperti facebook dan youtube. Mulai dari nama Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pengusaha senior Aceh Makmur Budiman hingga Kolonel Rajasah, seorang prajurit yang pernah bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN) dan mantan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang juga Ketua KPA dan Partai Aceh, maupun sahabatnya Izil Azhar atau Ayah Merin.

Terkesan, dia tak mau sendiri menanggung “kesalahan”, merajut nasib yang masih di persimpangan jalan ini. Dia coba menyusun syair miris dari  alunan musik yang sedang ia mainkan. Sesekali memang terdengar merdu. Tapi lebih banyak fals, ketika lirik praduga yang dia ucapkan dan sasar kemana-mana, tanpa arah yang pasti.

Itu sebabnya, banyak orang menilai; Irwandi sedang atau (selalu) “berkicau dan mengigau”, mempersalahkan sejumlah orang dengan tuduhan; ada pihak yang sudah mendesain dan menjebaknya dalam kasus dugaan korupsi tadi. Ini bermakna dan terkesan, Irwandi menepis semua kerja profesional dari tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

20190323-irwandi-dan-burase

Irwandi umrah bersama sahabatnya, Fenny Steffy Burase (Foto: Ist)

Di sisi lain, dia pun mengaku (“berkicau dan mengigau”), tak berbuat dari apa yang dituduhkan penyidik KPK pada dirinya. Maknanya, dia mencitrakan dirinya sebagai pemimpin ACEH HEBAT yang bersih, jujur dan tak silau dengan harta, tahta dan wanita.

Tentu, upaya dan usaha ini wajar. Termasuk menghadirkan saksi meringankan di persidangan. Mulai mantan elit GAM seperti Bahtiar Abdullah dan Nur Djuli hingga mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (KABAIS) TNI, Sulaiman Pontoh. Disinilah, azas praduga tak bersalah harus tetap dikedapankan. Tapi adakah korelasinya dengan kasus korupsi yang menjeratnya?

Menjadi semakin tak elok, melalui akun youtube, Fikar Bayoe, seorang pendukung dan simpatisan Irwandi mengunggah rekaman video yang menyebut beberapa nama, yang menurut Irwandi telah menjebaknya. Mungkin, bagi keluarga dan pendukungnya, “kicauan dan gigauan” Irwandi, diterima dan ditelan mentah-mentah. Tapi, tidak bagi rakyat Aceh yang sadar dan paham soal hukum. Terutama pola kerja tim penyidik KPK, tuduhan sepihak ini menjadi rancu. Sebab, tak ada asap jika tidak ada api.

***

Berkicau berasal dari kata kicau. Ini bermakna dari satu homonim, karena artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama, namun berbeda makna. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berkicau dapat masuk ke dalam jenis kiasan, sehingga penggunaan kata berkicau dapat berarti bukan makna yang sebenarnya.

Namun, berkicau memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja, sehingga dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Sementara, kata mengigau memiliki maksud dan makna sebagai gejala gangguan psikologis yang dialami seseorang. Maklum, setiap gejala ganguan ini pasti punya makna.

Mungkin banyak orang menilai perkaranya sepele, namun jika dibiarkan tentu dapat mengganggu orang lain, terutama yang sehat jiwa dan raga. Menurut KBBI, mengigau berasal dari kata dasar igau. Bisa diikuti dengan tambahan awalan dan akhiran seperti menjadi mengigau, igauan, mengigaukan, terigau-igau, dan pengigau.

Kata ini memiliki beberapa makna seperti: igau, mengigau/igau. Maksudnya, berkata tanpa disadari, terutama pada waktu tidur atau sakit. Mungkin seseorang (biasanya pada anak-anak) sedang demam, dia mengatakan atau bermimpi sesuatu dalam bentuk mengigau.

20190323-irwandi-bersama-nova

Irwandi bersama Nova Iriansyah (Foto: kompas)

Menurut ilmu kesehatan (medis), istilah mengigau disebut somniloquy, yaitu gejala yang terjadi saat kondisi seseorang setengah sadar. Meskipun tidak dianggap sebagai masalah kesehatan. Tapi, kondisi ini bisa menganggu orang di sekitar, saat  mendengarnya.

Nah, jika seseorang sering mengigau bisa disebut gangguan mimpi saat tidur, yang disebabkan karena adanya masalah pada fungsi otak (dalam kondisi ekstrem bahkan dianggap sebagai gangguan sistem syaraf). Kondisi ini disebut dengan istilah Rapid Eye Movemenet (REM) sleep behaviour disorder.

Gangguan mengigau saat tidur ditandai dengan beberapa gejala seperti: mengigau, berbicara, mengoceh atau bahkan berjalan  dan loncat dari tidur. Termasuk  melakukan berbagai gerakan seperti menendang, meninju, atau gerakan berlari.

Menurut ilmu kesehatan, mengigau saat tidur dianggap normal saja jika tidak sering terjadi. Namun jika terlalu sering, apalagi hampir setiap kali tidur,  maka sebaiknya segeralah periksa kesehatan diri. Pada keadaan normal, mimpi akan muncul ketika seseorang memasuki Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahapan tidur yang biasanya terjadi setiap 1,5 sampai dua jam sekali selama waktu tidur sepanjang malam.

Saat REM terjadi juga, tubuh akan melakukan beberapa respon seperti tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi tidak teratur, dan otot kehilangan kekuatannya untuk bergerak (paralisis). Tetapi, jangan khawatir sebab tidak berbahaya. Justru, saat tersebut otak kita sedang dalam posisi sangat aktif. Sebaliknya, para ahli juga menyebut bahwa, seseorang yang sering mengigau, bisa bermakna orang tersebut sedang mengalami stres atau cemas.

Itu sebabnya, ketika Irwandi mengeluarkan pernyataan melalui channel youtube yang diunggah Fikar Bayoe dan telah ditonton 1.776 kali ini. Nama Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah (kini Plt Gubernur Aceh), disebut-sebut telah mengetahui bahwa dirinya akan diciduk KPK.

20190323-irwandi-dan-darwati

Irwandi bersama istrinya Darwati A. Gani (Foto: Ist)

Pada paruh waktu lain, Irwandi atau oleh para pendukungnya di sapa BW ini, dengan terbuka juga menyebut nama seorang pengusaha kelas atas Aceh, Makmur Budiman dan mantan perwira BIN Rajasah, telah menjebak dirinya.

Yang jadi soal adalah, percayakan rakyat Aceh dan aparat penegak hukum dengan pengakuan itu? Apakah pengakuan tadi diucapkan Irwandi dengan penuh sadar atau sedang mengigau alias panik atas perkara yang kini dia pikul?

Sepertinya, rakyat Aceh tak lagi mudah termakan propaganda murahan seperti itu. Apalagi, dalam berbagai kesempatan, Irwandi selalu memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang suci dan nyaris tanpa cacat. Satu hal yang harus diingat. Jejak digital yang pernah dia buat, justeru menjadi anak panah dan berbalik arah. Ibarat mendulang air dari tempayan. Eeh, malah terkena muka sendiri.

Yang menohok justeru pengakuan (bantahan) berkali-kali bahwa dirinya tidak jadi menikah dengan model Fenny Steffy Burase. Namun, pergi umrah bersama dengan saling berpegangan tangan (selfy mesra) seperti suami-istri di depan Baitullah, rumah Allah di tanah suci, Makkah al-Mukarramah.

Nah, dari berbagai perjalanan dan jejak digital itulah, rakyat Aceh, Bumi Serambi Mekah ini pun kemudian menduga-duga. Jangan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim Tipikor Jakarta, kepada Tuhan, Allah SWT dia pun berani bermain dadu. Masya Allah. (selengkapnya baca laporan utama edisi cetak).***

Komentar

Loading...