Terkait Pemilu Pilpres dan Pileg 2019

Rumah Sakit Jiwa Aceh Minta Perlindungan Saat Pemilu

Rumah Sakit Jiwa Aceh Minta Perlindungan Saat Pemilu
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, dr. Makhrozal, M.Kes meminta kepada Pimpinan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh untuk membuat pengamanan atau perlindungan terhadap pengawas dan pihak rumah sakit jiwa saat pemilihan pemilu 17 April 2019. Tujuannya, agar tidak timbul isu fitnah saat pencoblosan Pemilihan Presiden dan Calon Legislatif.

Itu disampaikan pada acara, Sosialisasi Kepemiluan di Rumah Sakit Jiwa Rawa Sakti, Banda Aceh, Rabu, 27 Maret 2019. "Kami berharap adanya pengamanan terhadap pengawas ODGJ, jangan sampai petugas mendapat fitnah dalam pengawas saat pemilu," ungkapnya.

Katanya, pihak Rumah Sakit Jiwa tak pernah memprovokasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam pemilihan Pilpres dan Caleg. "Kami tak pernah mengarahkan ODGJ untuk memilih capres dan cawapres. Malahan, mereka (ODGJ) sudah paham dalam pemilihan dan memiliki pilihan masing masing," ungkapnya.

dr. Makhrozal, M.Kes

Menurutnya, ODGJ yang memilih dalam pemilu adalah mereka yang sudah sembuh dalam pemeriksaan kejiwaan. "Mereka adalah orang yang sudah sembuh. Pada hari pemilihan pasien yang sudah sembuh akan kita pulangkan dan jika perlu kami akan mengantar pemulangan," ujarnya.

Terkait pemilihan caleg di Aceh, katanya pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh sudah siap menampung caleg gagal. "Di sini terdapat tambahan 17 kasur, jika nanti ada kemungkinan ODGJ termasuk caleg gagal. Namun, kita harap jangan sampai seperti itu", ucapnya Makhrozal sambil tertawa.***

Komentar

Loading...