Aksi Cepat Kadisdikpora Lhokseumawe

Rencana Pemotongan Dana Tunjungan Sertifikasi Seorang Kepsek Batal

Rencana Pemotongan Dana Tunjungan Sertifikasi Seorang Kepsek Batal
Pemerintah Kota Lhokseumawe
Rubrik

Lhokseumawe | Aksi atau kebijakan cepat yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kota Lhokseumawe, Drs Rusli MM, patut diberi apresiasi. Bayangkan, begitu mendapat laporan, langsung menyelesaikannya. Ini terkait rencana pemotongan dana tujungan sertifikasi guru yang menimpa Hajjah Salbiah, Kepala SD Negeri 21, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, yang dilakukan oknum staf dinas tersebut. “Sudah selesai, hanya miskomunikasi saja,” kata Rusli, dibenarkan Hajjah Salbiah.

Penyelesaian itu dilakukan Rusli, Rabu sore (26/4/2017), setelah mendapat laporan. Dia memanggil dan bertemu dengan Hajjah Salbiah. “Ternyata, ada kesilapan pada Bagian Tata Usaha (TU) SD Negeri 21 yang tidak memberitahu tentang kondisi yang ada, sehingga absensi menjadi kosong. Padahal, sesuai aturan, izin karena sakit memang dibenarkan dan tidak ada pemotongan. Dengan demikian, semua masalah sudah tuntas,” kata Hajjah Salbiah pada media ini.

Dijelaskannya, usai menjalani perawatan di rumah sakit, dia masuk kembali bertugas, namun karyawan Bagian TU SDN 21, Rita lupa mengisi keterangan pada lembaran absen bahwa dia sakit, sehingga pihak Disdikpora Kota Lhokseumawe menilainya tidak masuk dinas. Akibatnya, pihak dinas berencana memotong dana tunjangan sertifikasi guru dirinya, Rp3,5 juta. Kebijakan ini sempat membuat dirinya heran. Sebab, setelah menghubungi staf Disdikpora Er dan Fitri, mereka mengaku atas perintah atasan. “Tapi saya sudah bertemu dengan Pak Kadis dan menjelaskan semuanya.  “Tapi saya sudah bertemu dengan Pak Kadis dan menjelaskan semua. Kesimpulannya, Pak Kadis bisa menerima kondisi saya dan hak saya tidak jadi dipotong,” ungkap Hajjah Salbiah.***

Komentar

Loading...