Kasus Dugaan Plagiat

Rektorat UTU Akan Selesaikan Secara Internal Kelembagaan

Rektorat UTU Akan Selesaikan Secara Internal Kelembagaan
Universitas Teuku Umar

Meulaboh | Rektorat Universitas Teuku Umar (UTU) berupaya untuk menyelesaikan kasus dugaan palgiasi karya ilmiah oleh Wakil Dekan II, Yusnaidi, penulis pertama dalam jurnal yang kini saling menuding dengan rekannya Rabiqy. Pihak kampus berinisiatif untuk menyelesaikan masalah itu secara internal.

Raktor UTU Prof Jasman J Maaruf melalui mantan Wadek I Fakultas Ekonomi UTU, Alisman mengatakan. Dulunya Yusnaidi adalah Kepala Program Studi Ekonomi Manajemen dan Rabiqy merupakan sekretarisnya pada 2016. Mereka merupakan rekan yang cukup baik dan terlihat sangat harmonis.

“Ketika pergi acara persentasi jurnal keluar sama-sama, mungkin benar adanya yang disampaikan Yusnaidi, ketika Rabiqy mengajak dia keluar untuk presentasi, kemudian Yusnaidi tidak mempunyai artikel dan diberi Rabiqy dan kita tidak tahu iartikel itu diapakan,” kata Alisman, Rabu (26/6/2019) kepada MODUSACEH melalui sambungan telepon.

Dirinya bercerita, tahun 2016 mereka berdua pergi bersama ke Universitas Terbuka untuk persentasi. Nah, dulu terlihat tidak ada problem apalagi mereka pejabat struktural di prodi masa itu dan juga merupakan rekan yang baik. Namun, tidak diketahui kenapa hubungan mereka kini mulai renggang.

Mungkin kata dia, sebab itu diungkitlah tentang hal yang seharusnya mereka berdua yang tahu, dan tidak akan menjadi masalah apabila mereka mau menyelesaikannya. Sehingga tidak ada orang lain yang menggiring untuk semakin panas.

“Saya pikir kejadian ini sangat tidak baik apabila menimpa perguruan tinggi, saya pikir bisa mengambil langkah-langkah seperti biasanya, karena ini merupakan permasalahan internal, jadi alangkah baiknya kita musyawarahkan ddulu. Ada lembaga kode etik dan mencoba menelaah kejadian ini, dan kita nantikan apa tindakan dari hasil itu,” jelasnya.

Mungkin saja, mereka akan diberikan peringatan, dan hal itu dianggap sebagai langkah kongkrit untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga dirinya tidak ingin hal ini dibawa keluar dan menimbulkan dampak negatif bagi nama baik universitas.

Dirinya juga tidak berani mengungkapkan dampak apa yang akan diterima keduanya terhadap dugaan plagiat karya ilmiah ini.

Alisman mengungkapkan, Rabiqy sendiri selama bertugas di UTU sangat banyak melakukan pelanggaran, terlebih lagi saat dirinya mengajar kepada mahasiswa di ruangan, memiliki kesan yang tidak begitu baik, sehingga ada banyak komplain.

Keputusan terhadap mereka nantinya akan ada, setelah dilakukan penyelesaian secara internal. Namun Alisman tidak dapat memastikan waktunya.

“Masa itu saya sebagai Wakil Dekan I namun sekarang hanya dosen biasa, sehingga lebih tahu memberi masukan untuk segera menyelesaikan masalah ini secepatnya kepada Dekan Fakultas Ekonomi saat ini, sebab beliau (Dekan) belum tahu soal masalah lama yang ada di fakultas,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang dosen yang juga menjabat sebagai Wadek II di Fakultas Ekonomi UTU Meulaboh, Aceh Barat diduga melakukan tindakan plagiat terhadap karya ilmiah berupa skripsi milik alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah atas nama Ridha Adytia Razaq, yang diterbitkan sebelumnya di laman Electronic Thesis and Dissertation tahun 2016. Lalu, ditemukan kembali karya serupa terpublis di halaman Repository Universitas Terbuka (UT) dan jurnal UTU atas nama Yusnaidi dan Yohandes Rabiqy.***

Komentar

Loading...