Breaking News

Rektor: Dua Tahun Berstatus Negeri, UTU Sudah Begitu Diminati

Rektor: Dua Tahun Berstatus Negeri, UTU Sudah Begitu Diminati
Rubrik
Sumber
Rilis
Meulaboh | Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA mengatakan, meski status universitas negeri yang disandang UTU baru berusia dua tahun, namun perguruan tinggi itu sudah kian diminati. Bukan saja warga Aceh, tapi juga dari sejumlah provinsi di Indonesia. Hal ini disampaikan Jasman saat memberikan kuliah perdana memasuki Tahun Akademik Baru 2016/2017, di UTU, Senin (22/8/2016). Kuliah perdana itu juga dihadiri Prof. A. Rahman Lubis, Ph.D, Guru Besar Universitas Syiah Kuala, sebagai pemateri.

Jasman mengatakan, saat ini sejumlah mahasiswa UTU tercatat berasal dari Kalimantan, Jawa, Sumatera Barat, Lampung dan Sumatera Utara. “Ini sangat penting, karena proses pembelajaran seharusnya dipahami tidak hanya proses pembelajaran di kelas saja, jadi dengan banyaknya mahasiswa dari luar Aceh maka akan terjadi interaksi antar individu yang akan menghasilkan sebuah proses yang bagus dalam rangka memperluas wawasan daripada mahasiswa”, jelas Jasman.

Selain itu Jasman juga menjelaskan bahwa setiap Program Studi (Prodi) di UTU memiliki kaitan dengan pola pokok ilmiah (core) UTU itu sendiri, yakni sebagai industri berbasis agro dan industri berbasis marina. Menurutnya secara nasional potensi besar di Negara kita adalah di agro dan kelautan. “Jadi bukan hanya potensi di Barat Selatan Aceh, namun secara nasional kita potensi kita disitu, jadi oleh karena itu kita disini mencoba untuk mengembangkan bagaimana agar hasil agro dan kelautan bisa diproses,” ungkap Jasman.

Pada kesempatan yang sama, Prof. A. Rahman Lubis, Ph.D, menyampaikan seputar Modal Manusia dalam Organisasi. Rahman Lubis mengatakan, Human Capital Organization merupakan rahasia sukses sebuah organisasi, karena dari hasil berbagai penelitian dunia ternyata rahasia suksesnya sebuah organisasi adalah adanya peran maksimal dari manusia. Peran manusia untuk suksesnya sebuah organisasi rata-rata mencapai 80 persen.

“Dengan kata lainnya sumber daya fisik lainnya, sumber daya keuangan bukan elemen penting hari ini untuk suksesnya sebuah organsisasi, banyak organisasi tanpa uang atau ada uang tapi sangat terbatas, tanpa fasilitas fisik yang memadai, namun tetap sukses. Kenapa, karena disitu ada manusia-manusia yang memberikan kontribusi maksimal,” ungkap Rahman Lubis

Menurutnya, persaingan kedepan bukan lagi pada persaingan uang atau pada persaingan sumber daya alam, akan tetapi persaingan pada sumber daya manusia sebagai modal. “Jadi ke depan, persaingan itu adalah menghasilkan orang-orang yang cerdas,orang-orang yang semangat tetapi prilakunya bagus, atitudenya bagus, bukan pintar tapi koruptor, bukan pintar tapi tidak berytanggungjawab, bukan pintar tapi penipu, tapi cerdas dan attitudenya bagus,itulah persaingan masa depan,” jelas Prof. Rahman Lubis dengan nada tinggi dan bersemangat.*

Komentar

Loading...