Breaking News

Terkait Kabar Hendri Cabut Surat Kuasa

Razman Arif Nasution: Belum Ada, Masih Komunikasi Masalah JC

Razman Arif Nasution: Belum Ada, Masih Komunikasi Masalah JC
google.com

Banda Aceh | Dr. H. Razman Arif Nasutution, SH, S. Ag, MA (Ph.D) dari Kantor Advocate and Counselor at Law, yang disebut sebagai  kuasa hukum Hendri Yuzal, mengaku belum tahu dan merima surat pencabutan kuasa tersebut. Dikonfirmasi khusus media ini, Senin petang (9/7/2018), Razman mengaku belum menerima surat pencabutan itu. “Belum ada, karena kami masih pada tahap pembahasan untuk berkomunikasi masalah juctice collaborator (JC) ke KPK. Jadi, karena belum ada titik temu, maka sedang saya pertimbangkan. Nanti kalau sudah ada surat resmi saya ke KPK, baru ada keputusan,” urai Razman.

Itu artinya, bila surat permohonan pihaknya ke KPK, mengenai permohonan JC disetujui lembaga anti rasuah itu, baru dia bertemu dengan Hendri Yuzal. “Selanjutnya, tentu terserah dan tergantung saudara Hendri,” ucapnya.

Sebelumnya memang sempat beredar di media sosial, surat pencabutan kuasa hukum Hendri kepada Razman. “Silahkan saja, apakah nanti saya menjadi kuasa hukum  atau tidak, tapi saat ini yang pasti masih. Soal masuk surat ke KPK, tentu akan ada pembicaraan lanjutan,” jelas Razman.

Menurut Razman, hingga saat ini dirinya hanya menerima surat kuasa dari Hendri sebagai kuasa hukum. Soal surat pembatalan, kata Razman belum dia terima. “Saya belum dapat dan saya tahu dari media. Tapi, sikap saya jelas, ini masalah JC. Jadi, kapan diputuskan, saya menunggu surat dari KPK,” tegas Razman.

Sebelumnya, selembar surat bermaterai 6000 beredar di media sosial (facebook). Surat tersebut, salah satunya diposting pemilik akun Freddy Murniawan. “Alhamdulillah titik terang sudah mulai bercahaya,,, Namun sebaliknya bagaimana nasibnya pelanduk2 politik yang ada,????????????,” tulis akun facebook Freddy Murniawan, Jumat (06/07/2018).

Lalu akun facebook Freddy Murniawan itu menampilkan surat serta foto Irwandi Yusuf. Dalam surat atas nama Hendri Yuzal, Jakarta, 6 Juli 2018 menyebutkan hal pencabutan surat kuasa. Berdasarkan surat yang diposting tadi, ditujukan pada Dr. H. Razman Arif Nasutution, SH, S. Ag, MA (Ph.D). “Kepada Yth Advocate and Counselor at Law DR. H. Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA (Ph.D) di Jakarta,” tulis surat yang tersebut ditanda tangan Hendri Yuzal.

Isi surat tersebut memberitahukan Hendri Yuzal selaku pemberi kuasa, mencabut surat kuasa. Tetapi, surat itu tidak menyebutkan apa alasan Hendri Yuzal membatalkan pemberian kuasa hukum kepada Razman Arif Nasution, dalam urusan hukum yang sedang dialami Hendri Yuzal di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan suap yang diamankan tim penindakan KPK dalam operasi senyap, di Banda Aceh, Selasa (03/07/2018).

20180709-hendir-yuzal-di-kpk

Hendri Yuzal di Gedung KPK Jakarta (foto: tribunnews.com)

Memang, nama Hendri Yuzal semakin kencang dibicarakan setelah muncul berita dia akan menjadi justice collaborator dalam kasus dugaan suap penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) atau Dana Otsus tahun anggaran 2018. Justice collaborator adalah saksi pelaku suatu tindak pidana yang bersedia membantu atau bekerja sama dengan penyidik dalam mengungkap kasus tertentu.

Terkait OTT KPK, Hendri Yuzal ditangkap di Quantum Cafe, Jalan Nyak Makam Banda Aceh bersama seorang temannya, sekitar pukul 18.30 WIB. Selanjutnya tim KPK bergerak ke Pendopo Gubernur dan mengamankan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Publik di Aceh kemudian bertanya-tanya tentang asal usul Hendri Yuzal yang kerap terlihat bersama Irwandi Yusuf semenjak dilantik sebagai Gubernur Aceh, 5 Juli 2017.

Nah, dalam jejaring sosial, LinkedIn (jejaring sosial untuk profesional yang memiliki latar belakang bisnis), tertulis, Hendri Yuzal telah menjadi Staf Khusus Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, sejak Juli 2017. Sebelum itu, masih berdasarkan profil yang tertulis di LinkedIn, master lulusan University of Hawaii at Manoa ini telah malang melintang di banyak organisasi dan lembaga bonafit.

Setelah lulus dari Universitas Diponegoro tahun 2005 sebagai sarjana arsitektur, Hendri Yuzal mengawali karirnya sebagai arsitek di DesphiC Design Consultant di Semarang. Tahun 2006 ia kembali ke Aceh, bekerja di BRR NAD-Nias sebagai Asisten Khusus Deputi Bidang Infrastruktur, Lingkungan, dan Pemeliharaan di Banda Aceh.

Hendri juga tercatat pernah bekerja sebagai Liaison Officer di Departemen Keuangan (April 2009-Juli 2009), Petugas Monitoring dan Evaluasi di Bappenas (2009- 2011), dan sebagai Project Consultant di UNDP Banda Aceh (Januari 2012-Juni 2012).

Tidak hanya itu, Hendri juga pernah menjadi Asisten Program R3ADY Asia-Pacific, Honolulu, Hawaii (Maret 2014-Agustus 2014), Project Consultant di Mercy Corps Jabodetabek (September 2014-November 2014), dan EU Expert on Disaster Management European Commission, Jakarta Pusat (Desember 2014-Agustus 2016).***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...