Raja Malaysia Resmi Mengundurkan Diri, Alasannya?

Raja Malaysia Resmi Mengundurkan Diri, Alasannya?
Sultan Muhammad V dan Miss Moscow 2015 Oksana Voevodina.[Facebook/Ezzat Tahir]
Penulis
Rubrik
Sumber
Tempo.co

Jakarta | Raja Malaysia, Sultan Muhammad V mengundurkan diri dari tahtanya setelah dua tahun menjabat sebagai kepala negara Malaysia. Pengunduran diri raja pertama kali terjadi selama sejarah kerajaan Malaysia. Raja telah memberi tahu secara resmi perihal pengunduran dirinya kepada Majelis Raja melalui surat yang dikirimkan kepada Sekretariat Majelis Raja.

"Dalam mengabulkan keinginan Yang Mulia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, dengan ini Istana Negara mengumumkan bahwa Yang Mulia turun tahta sebagai Yang di-Pertuan Agong ke 15 pada 6 Januari 2019, sesuai dengan Pasal 32 (3) Konstitusi Federal," Pengawas Rumah Tangga Kerajaan, Wan Ahmad Dahlan memberikan pengumuman seperti dilansir Channel News Asia.

Wan Ahmad Dahlan menambahkan Sultan Muhammad V mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Majelis Raja yang telah memilihnya sebagai Raja Malaysia ke 15 pada 13 Desember 2016. Raja juga memberikan apresiasinya kepada Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad atas kerja sama dalam pemerintahan negara. Raja mengharapkan warga Malaysia untuk tetap bersatu, bertoleransi dan bersama menjaga kedaulatan negara sehingga Malaysia akan tetap damai dan harmonis.

Sebelumnya, telah beredar isu mengenai pengunduran diri Raja Malaysia minggu lalu. Namun Mahathir menyatakan tidak mengetahui soal ini karena belum ada pernyataan resmi. Ia hanya mengetahui Raja cuti dari November sampai Desember 2018 lalu menjalankan tanggungjawabnya kembali setelah itu.

Menurut laporan pada November 2018, Raja menikahi mantan Miss Moscow 2015, Oksana Voevodina pada 22 November 2018 di kawasan mewah Barvikha, Kota Moskow. Namun pernikahan tersebut masih belum dikonfirmasi oleh Mahathir. Sultan Muhammad V akan kembali bekerja untuk pengembangan Kelantan, negara bagian Malaysia bersama pemerintah negara bagian dan rakyat.

Majelis Raja diminta segera memilih raja baru kurang dari empat minggu untuk menggantikan posisi Sultan Muhammad V. Jika dilihat dari pergiliran kekuasaan, Sultan Pahang akan menjadi Raja Malaysia yang berikutnya.***

Komentar

Loading...