Kasus Dugaan Plagiat Dosen UTU

Rabiqy Bantah Yusnaidi dan Mengaku di Kambing Hitamkan

Rabiqy Bantah Yusnaidi dan Mengaku di Kambing Hitamkan
Yohandes Rabiqy

Meulaboh | Dugaan plagiat Karya Ilmiah Yusnaidi yang merupakan Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi Universitas Teuku Umar (UTU) dan dosen aktif di kampus itu, kini kembali menuai kontra.

Tak lain rekannya sendiri yang namanya tercantum sebagai penulis kedua dalam jurnal yang diyakini sangat menyerupai skripsi milik salah seorang alumnus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.

Dalam statemen sebelumnya, Yusnaidi menyebut bahwa dirinya menerima karya ilmiah itu dari Yohandes Rabiqy dengan alasan pada tahun 2016 ada konferensi di Universitas Terbuka. Saat itu dirinya mengaku tidak mempunyai artikel, kemudian Rabiqy menawarkan artikel kepadanya. Hingga ia memakai artikel itu karena modal kepercayaan.

Namun, Rabiqy sangat keberatan dengan pernyataan Yusnaidi yang telah menyeret namanya sebagai pemberi artikel yang berjudul Pengaruh Brand Personality dan Self-Congruity Terhadap Loyalitas Pelanggan dengan Gender sebagai Variable Moderasi tersebut, untuk ikut dipresentasikan pada koferensi di Universitas Terbuka.

“Saya membenarkan bahwa nama saya tercantum dalam tulisan tersebut sebagai penulis kedua. Tapi saya keberatan atas pernyataan beliau mengatakan dan menuduh saya telah memberikan artikel ke beliau untuk mempublishkan jurnal tersebut kehalaman Repository Universitas Terbuka dan jurnal UTU,” kata Rabiqy mengklarifikasi kepada MODUSACEH.CO, Selasa (25/6/2019).

Jurnal yang menyerupai karya ilmiah berupa skripsi milik alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah atas Nama Ridha Adytia Razaq diterbitkan sebelumnya di laman Electronic Thesis and Dissertation tahun 2016 kampus itu, kemudian ditemukan kembali karya serupa terpublis di halaman Repository Universitas Terbuka (UT) dan jurnal UTU.

Dirinya menjelaskan, pada saat seminar tahun 2016 dan ketika prosesding jurnal di halaman Website Universitas Terbuka, dirinya menjabat sebagai sekretaris jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UTU, dan Yusnaidi sebagai ketua uurusan.

Saat itu lanjutnya, Yusnaidi sangat ingin mengikuti Seminar Nasional dan Konfrensi Jurnal yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi, UT.

Dirinya melanjutkan, diajak Yusnaidi untuk bisa ikut bersama dalam acara tersebut, sehingga Rabiqy sendiri diminta untuk mengajarkan Wadek II itu untuk membuat artikel agar bisa mengikuti kegiatan yang diselenggaran UT.

Rabiqy mengaku, menjadikan skripsi alumnus Unsyiah itu sebagai contoh untuk bisa menghasilkan karya ilmiah yang baru dan menghasilkan state of the art.

Yusnaidi sudah mengetahui bahwa itu adalah skripsi mahasiswa namun di luar kesadaran Rabiqy bahwa skripsi itu yang dijadikan jurnal dan mencantumkan namanya di jurnal tersebut.

“Saya berniat memberikan contoh kepada beliau sebagai rekan kerja dan pimpinan, kebetulan ada contoh penelitian skripsi mahasiswa S1 Manajemen Unsyiah dan beberapa jurnal lainnya. Saat saya berikan, saya menjelaskan bahwa peran variable moderasi untuk memodifikasi penelitian yang terdahulu agar melahirkan karya tulis ilmiah yang baru dan menghasilkan State of the art. Saya sudah pernah memperingatkan bahwa perbuatan ini salah, tapi Yusnaidi malah menjawab ‘tenang saja’ di UT saja lewat apalagi di UTU belum ada turnitin,” jelas Rabiqy.

Tak hanya itu, dirinya menyayangkan, namanya masih dipublish kembali ke jurnal UTU tahun 2019 tanpa sepengetahuan dia.

Dirinya berterimakasih kepada Lembaga BEM FE yang telah mengkritisi, dengan lahirnya isu ini ia dapat mengetahui rupanya telah dimanfaatkan dan di kambing hitamkan oleh pimpinannya sendiri.

“Saya juga berharap para pimpinan di UTU menindaktegas Yusnaidi, sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014, tentang Hak Cipta dan STATUTA UTU pasal 38 ayat 2 poin , karena telah mencoreng nama institusi dan merugikan orang lain,” imbuh Rabiqy.***

Komentar

Loading...