Breaking News

PWI Adakan Seminar Peningkatan Kompetensi Wartawan dan Humas Pemerintah tentang Industri Kelapa Sawit Indonesia

PWI Adakan Seminar Peningkatan Kompetensi Wartawan dan Humas Pemerintah tentang Industri Kelapa Sawit Indonesia
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman .
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengadakan seminar Peningkatan Kompetensi Wartawan dan Humas Pemerintah tentang Industri Kelapa Sawit Indonesia, dengan tema Pengembangan Industri Kelapa Sawit Menuju Kemandirian Energi, di suatu hotel, di Banda Aceh. Rabu, 17 Juli 2019.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman dalam sambutannya mengatakan, akhir ini wartawan selalu mengekspos tentang kelapa sawit yang harganya semakin menurun.

"Petani kita ada yang memprovokasi bahwasanya harga kelapa sawit sangat murah dan di daerah lain mahal," kata Tarmilin.

"Dengan adanya pemberitaan tersebut, masyarakat mulai resah tentang kelapa sawit yang mengalami penurunan, karena dirasa dapat merugikan petani kelapa sawit itu sendiri," ungkapnya.

Padahal di setiap daerah harga kelapa sawit sama. Dengan luasnya lahan milik masyarakat, yang hampir sama dengan kelapa sawit milik pemerintah dan swasta.

"Untuk itu wartawan atau media harus membantu masyarakat dengan pemberitaan yang benar. Sehingga masyarakat tahu berita sebenarnya," jelas Ketua PWI Aceh itu.

Belum lama ini, dia menemukan beberapa pengusaha kelapa sawit di Indonesia bahkan di Aceh melakukan aksi demo, ke pabrik kelapa sawit. Untuk mencari sebuah solusi terhadap isu turunnya harga kelapa sawit.

"Saya berharap kepada wartawan dan semua agar dapat menjadi sebuah pemberitaan menyangkut solusi. Semoga wartawan dapat memberikan informasi yang sebenarnya," katanya lagi.

Selain itu, dia berharap petani kelapa sawit terus maju dalam mengembangkan sawit. Sehinggga tidak ada masalah dengan harga sawit murah.

"Petani sawit banyak yang sudah frustasi yang membiarkan kebun kelapa sawitnya. Kita dari media yang bisa kita bantu adalah memberikan informasi agar petani sawit tahu tentang berita yang sebenarnya. Sehingga daerah kita aman dan nyaman," kata Tarmilin.***

Komentar

Loading...