PWI Aceh: Pembakaran Rumah Asnawi Teror Bagi Pekerja Pers di Aceh

PWI Aceh: Pembakaran Rumah Asnawi Teror Bagi Pekerja Pers di Aceh
Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Aldin NL (Foto: Ist)
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh

Banda Aceh | Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Aldin NL, meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pembakaran rumah wartawan Harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara (Agara), Asnawi Luwi.  "Harus secepatnya diusut tuntas, dan para pelakunya diseret ke pengadilan. Peristiwa ini merupakan bentuk teror yang nyata terhadap pekerja media, khususnya wartawan," kata Aldin NL.

Itu sebabnya, PWI mengecam keras teror dalam bentuk apa pun. "PWI menolak dan mengecam teror dalam bentuk apa pun terhadap wartawan. Bila keberatan dengan isi berita yang ditulis wartawan, silahkan menggunakan hak jawab atau melalui saluran yang dibenarkan dalam Undang-undang pers No.40/tahun 1999,” lanjut Aldin NL.

Aldin NL menyatakan, PWI akan memberi dukungan kepada korban Asnawi, dan berharap kepada korban dan keluarganya untuk tabah menghadapi ujian ini. "Semoga rekan kita Asnawi dan keluarga tidak mengalami trauma atas peristiwa ini," kata Aldin NL.

Sebelumnya diberitakan, rumah wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara (Agara), Asnawi Luwi,  diduga sengaja dibakar oleh orang yang belum diketahui identitasnya, Selasa (30/7/2019) pukul 01.30 WIB dini hari.

Dugaan bahwa rumah wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara ini bukan terbakar tanpa sengaja, dikuatkan dengan sejumlah keterangan warga yang melihat beberapa orang asing mendatangi rumah wartawan Serambi Indonesia itu, dalam kesempatan berbeda sebelum terjadinya kebakaran tersebut. 

Dalam insiden kebakaran rumah wartawan Serambi tersebut tidak ada korban jiwa. Namun sebuah mobil Honda Mobilio matic warna putih nopol BK 1498 BI milik korban hangus terbakar. Begitu juga dengan rumah korban di bagian ruang tamu berserta isinya hangus terbakar dalam musibah tersebut.

Abang korban, Muslim, kepada Serambinews,com mengatakan, sebelum terjadi kebakaran, ada warga yang sempat melihat seorang pengendara sepeda motor menggunakan helm serta kaca mata hitam, memasuki lorong menuju rumah korban. Namun warga tersebut tidak sampai menaruh rasa curiga.

Muslim didampingi Asnawi, mengatakan sumber api berasal dari bagian teras mobil yang dipasang dan berdinding triplek. Kemudian api menyambar bagian depan rumah korban. Saat kejadian itu, korban (Asnawi) bersama keluarganya sedang lelap tidur di kamar rumah tersebut.

"Saat api sudah membesar, korban masih lelap tidur di kamar belakang rumah itu. Padahal warga sekitar sudah berteriak membangunkannya. Bahkan warga terpaksa melempar batu ke jendela rumah agar korban terbangun," sebut abang korban didampingi warga lainnya.

Asnawi Anggota Muda PWI Aceh.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Aldin NL menjelaskan, Asnawi merupakan anggota muda PWI Aceh. Dia menduga, peristiwa itu erat kaitannya dengan berita yang ditulis Asnawi dan diterbitkan Harian Serambi Indonesia, yang sarat kuatan kritikan dari berbagai dinamika sosial dan persoalan sensitif lain yang menyinggung penguasa.

Menurut Aldin, besar kemungkinan ekses berita kritikan seperti ini membuat oknum tertentu marah dan melampiaskan amarahnya dengan cara kekerasan dan bahkan pembakaran rumah korban.  “Peristiwa kekerasan terhadap pekerja pers ini tidak bisa dibiarkan dan pelakunya harus dihukum setimpal, bila tidak kejahatan dan teror lainnya akan kembali menimpa wartawan,” tegas Aldin yang juga penanggung jawab Waspadaaceh.com.***

Komentar

Loading...