Breaking News

Setelah Dikelola Pemerintah Aceh 

Puluhan Petugas Museum Belum Terima Gaji dan THR

Puluhan Petugas Museum Belum Terima Gaji dan THR
MODUSACEH.CO/ Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Tampaknya, perintah Presiden RI Joko Widodo bagi unsur pemerintah dan swasta, untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan diabaikan Pemerintah Aceh. Bayangkan, dua hari menjelang Idul Fitri 1439 H, sejumlah petugas Museum Tsunami Aceh belum menerima THR dan gaji selama satu bulan.

"Sebelum dikelola Pemerintah Aceh dibawah Dinas Parawisata Aceh, gaji kami lancar-lancar saja. Bahkan, saat menjelang lebaran Idul Fitri, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) RI juga memberikan kami Tunjangan Hari Raya (THR). Dibayar satu bulan gaji penuh dan tepat waktu," ungkap seorang petugas Museum Aceh yang tidak mau disebutkan namanya pada media ini, Selasa (12/6/18).

Memang, sejak Museum Tsunami Aceh dibuka untuk umum 2011 silam, pengelolaan dan operasional menjadi tanggungjawab Badan Geologi ESDM RI. Namun, kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) telah berakhir pada Mei 2018 dan diambil alih Pemerintah Aceh dibawah Dinas Pariwisata Aceh, yang pembiayaannya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). Sumber tadi mengaku tak bisa berbuat banyak, sebab hal sama juga dirasakan 46 petugas Museum Tsunami Aceh lainnya. "Kalau pun tidak mendapat THR, tolong kasih gaji bulan Mei 2018. Kami sangat butuh uang tersebut. Apalagi, ini menjelang hari raya Idul Fitri," harapnya.

Dia mengakui, bersama teman-temannya telah mempertanyakan masalah gaji dan THR pada manajemen. Namun, katanya manajemen hanya memberikan uang pinjaman dibawah Rp 1 juta per orang.

"Setelah kami marah-marah, diberikanlah uang pinjaman. Itupun dibatasi, hanya diberikan Rp 1 juta per petugas. Dapat apa dengan uang segitu, apalagi saya tidak kerja tempat lain, hanya mengharapkan upah dari situ dan harus menghidupi istri dengan satu anak," ucapnya kesal.

Menurut ayah satu anak ini, manajemen Museum Tsunami Aceh sekarang tak ubah seperti manajemen kekeluargaan. Sebab, ada sejumlah petugas yang merupakan famili dari oknum tertentu, tapi tidak pernah masuk kerja namun selalu mendapatkan gaji.

"Kalau kita cerita panjang lebar, banyak kejanggalan yang terjadi disitu. Tapi, saya tidak mau masuk lebih jauh. Yang penting gaji dan hak kami segera dibayar. Itu air keringat kami," tegasnya dengan muka memerah.

Untuk melakukan konfirmasi, media ini telah berusaha menghubungi Wakil Penanggungjawab Museum Tsunami Aceh yang juga Sekertaris Dinas Pariwisata Aceh, Drs. Rasyidah. Sayang, dihubungi melalui ponselnya tidak pernah diangkat. Begitupun, dikirimkan pesan  singkat melaluu WhatsApp, hingga berita ini diturunkan belum dibalas.

Sebelumnya, pengelolaan Museum Tsunami Aceh menuai polemik. Pemerintah Aceh memilih mengakhiri MoU dengan Badan Ekologi ESDM RI dan memutuskan mengelola sendiri salah satu situs bersejarah akibat tsunami Aceh 2004 silam. Namun, berbagai tanggapan miring dialamatkan pada manajemen Museum Tsunami Aceh sekarang. Disinyalir, banyak praktek KKN terjadi di sana. Bahkan, Gubernur Aceh diduga telah mengeluarkan SK Koordinator Museum Tsunami Aceh baru, padahal SK kepengurusan yang lama belum diberhentikan.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...