Nurzahri dan di Balik Pengesahan RAPBA 2018 Melalui Pergub

Propaganda Aspirasi Menjebak Dewan Agar Mau Menerima

Propaganda Aspirasi Menjebak Dewan Agar Mau Menerima
liputanaceh.com
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) 2018 melalui Peraturan Gubernur (Pergub), sepertinya sudah final. Bahkan, pagu anggaran 2018 juga disepakati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) senilai Rp 15 triliun lebih.

Lantas apa tanggapan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh? Nurzahri yang diminta pendapatnya melalui WhatsApp, Selasa (13/03/2018) malam terkait sikap DPRA terhadap pengesehan RAPBA 2018 melalui Pergub mengatakan. Masalah Pergub dari awal DPRA mengatakan, itu hak Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Hak Gubernur Aceh dimaksud Nurzahri, juga sebagaimana telah diatur, sesuai peraturan perundang-undangan. “Masalah Pergub dari awal sudah kita katakan itu hak Gubernur, DPRA tidak punya kewenangan untuk menolak,” ujar Nurzahri, Selasa (13/03).

Tetapi, Ketua Komisi II DPR Aceh itu menyayangkan pola yang dimainkan Gubernur Aceh, yang menjebak APBA ke Pergub, serta pembiaran pembahasan anggaran berlarut-larut.

Berlarut-larutnya pembahasan anggaran dimaksud Nurzahri, karena tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) yang diperintahkan untuk membahas anggaran, tidak diberikan arahan yang jelas dan kewenangan mengambil kebijakan untuk membahas.

“Yang kita sayangkan adalah pola yang dimainkan Gubernur Irwandi sehinggga menjebak APBA ke Pergub, pembiaran pembahasan berlarut karena Tim TAPA yang diperintahkan untuk membahas tapi tidak diberikan arahan yang jelas. Sedangkan Gubernur dan Wagub asik jalan-jalan keluar negeri,” ujar Nurzahri.

Tegas Nurzahri, propaganda aspirasi dengan menjebak dewan agar mau menerima aspirasi, tapi diujung cerita ditolak, karena alasan yang tidak masuk akal, sehingga seolah-olah dewan yang ngotot terhadap aspirasi. “Program-program ambisius dan aneh-aneh, seperti pengadaan pesawat yang tanpa kajian jelas, telah mengarahkan APBA harus disahkan dengan Pergub, hal inilah sebenarnya yang kita sesalkan, karena yang rugi dari kejadian ini adalah seluruh rakyat Aceh,” kata Nurzahri.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...