Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Mutasi Kilat Plt Kepala BPKS Sabang

Promosi Staf Saat Dalam "Bidikan" Aparat Penegak Hukum

Promosi Staf Saat Dalam "Bidikan" Aparat Penegak Hukum
Sekretaris DKS, Makmur Ibrahim Menyerahkan SK sebagai Plt Kepala BPKS kepada Razuardi Ibrahim di Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rabu 16/1/2019 (Foto: Humas Pemerintah Aceh).
Rubrik
Sumber
Kontributor Sabang

Sabang | Proses penyelidikan yang kini dilakukan jajaran Direktorat Kriminal Khusus (Dir.Krimsus) Polda Aceh dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, sepertinya tak membuat nyali Plt Kepala BPKS Sabang Razuardi kecut. Sebaliknya, dia melakukan promosi (mutasi) sejumlah staf yang kini berurusan dengan aparat penegak hukum.

Bisa jadi, Razuardi atau akrab disapa Bang Essek ini, memegang prinsip azas praduga tak bersalah, sehingga dia tak bergeming untuk menunda sementara kebijakan mutasi tadi, apalagi sosok yang dipilih sedang dimintai keterangan oleh kepolisian dan kejaksaan.

“Ya, memang ada beberapa nama yang sedang diminta keterangan oleh Polda Aceh dan Kejari Sabang,” ungkap seorang staf di BPKS Sabang pada media ini, Jumat (8/2/2019) sore. Dia mengaku ikut prihatin setelah membaca berita di media ini.

Katanya, nama-nama tersebut adalah, Hari Indrawan (Ketua Pokja BPKS). Rendra Herdiansyah (Ketua ULP BPKS). Makkinuddin Asmar (Ketua PPK BPKS). Mereka dimintai keterangan penyidik Polda Aceh, Kamis, 10 Januari 2019.

Sehari kemudian atau  11 Januari 2019, disusul  Zaldi  (PNS Dinas PUPR Aceh-KPA BPKS) dan Sayid Fadil (mantan Kepala BPKS). “Pemanggilan mereka sebagai saksi TKP Pulo Aceh,” jelas sumber ini.

Sementara itu, terkait kasus review desain Pelabuhan Balohan, kabarnya Kejaksaan Negeri Sabang telah meminta keteragan kepada M.Okto Rizki (PPK Revitalisasi Pelabuhan Balohan) dan Ir . Fajri (mantan Deputi Tekbang BPKS).

“Yang agak janggal, mutasi PPK Revitalisasi Pelabuhan Balohan dari Zakiul Amri Riqgina kepada M. Okto Rizki hanya berselang waktu  empat hari. Ada apa ini,” ungkap sumber tadi, heran.

Padahal, M.Okto Rizki (PPK Revitalisasi Pelabuhan Balohan) sedang menjalani proses atau diminta keterangan oleh penyidik Kejari Sabang, terkait kasus review desain Pelabuhan Balohan. “Kasihan Pak Plt Kepala BPKS, harusnya dia pelajari dan bersabar dulu, jangan buru-buru sehingga tidak menimbulkan berbagai kesan kurang enak di masyarakat. Ibarat berjalan, langkah promosi Razuardi saat “badai” menerpa,” ujar sumber tersebut.

Itu sebabnya, sumber itu menduga keputusan mutasi yang dilakukan Razuardi karena ketidaktahuannya tentang proses yang sedang terjadi tubuh BPKS. Kedua, bisa jadi dia berada dalam keadaan  tertekan dan ketiga, mutasi itu disodorkan oleh orang-orang tertentu di internal BPKS Sabang.

“Tapi, sebagai mantan Sekdakab Aceh Tamiang, Pak Razuardi tentu sangat berpengalaman dalam mengelola administrasi dan manajemen. Kalau bobol juga, itu sama saja,” kata sumber yang juga seorang staf BPKS Sabang ini. Begitupun sekali lagi, apa pun proses yang sedang terjadi, tetap berpijak pada azas praduga tak bersalah. (selengkapnya baca edisi cetak, Senin, 11 Februari 2019).***

Komentar

Loading...