Breaking News

Terkait Penerapan Syariat Islam di Aceh

Prof. Syamsul Rijal: Perlu Adanya Edukasi dan Partisipasi Warga

Prof. Syamsul Rijal: Perlu Adanya Edukasi dan Partisipasi Warga
Prof. Dr. H Syamsul Rijal M. Ag. Foto: Facebook Syamsul Rijal Sys

Banda Aceh | Guru Besar Ilmu Filsafat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H Syamsul Rijal M. Ag, menilai sangat penting adanya edukasi khusus bagi masyarakat Aceh tentang penerapan syariat Islam di Aceh, agar warga paham dan memberikan partisipasinya. Pasalnya menurut Prof. Syamsul Rijal, saat ini partisipasi warga dalam mendukung tegaknya syariat Islam masih sangat minim.

"Secara emosional warga itu sangat menginginkan (tegaknya syariat Islam), tapi apa yang mereka inginkan itu, apakah mereka sudah paham dengan benar atau belum," ujar Syamsul Rijal, kepada Modusaceh.co pada Rabu malam (4/4/18).

Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry itu menerangkan, sebenarnya pelaksanaan aturan Syariat Islam di Aceh saat ini sudah tepat karena berdasarkan al-Qur'an dan Hadits, Ijma' dan Qiyas. Syamsul Rijal mengakui, memang terjadi keragaman pandangan dalam penerapan syariat Islam di Aceh, karena dijalankan beradasarkan adat (kearifan lokal) di Aceh.

"Antara adat dan syariat itu adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Dua sisi yang berbeda dengan subtansi yang sama. Jadi kalau kita mengklaim itu adalah budayanya orang Aceh yang tidak bisa. Karena budaya orang Aceh memang identik dengan nilai keislaman itu sendiri," jelasnya.

Terkait uqubat (hukuman) cambuk yang selama ini telah dijalankan pemerintah, Syamsul Rijal, menilai tidak cukup sekedar hanya memberikan hukuman kepada para pelanggar syariat, tapi edukasi harus terus dilakukan pemerintah kepada warga sebagai cara mencegah tidak lagi terjadinya pelanggaran di bumi syariat. "Uqubat itu kan karena terjadinya kesalahan, sekarang ada tidak upaya-upaya strategis supaya warga itu tidak melakukan kesalahan?," tanya calon Rektor UIN Ar-Raniry itu.

Ia bahkan menyarankan kepada pemerintah supaya melakukan rekonstruksi terhadap dunia pendidikan di Aceh. Harus mampu berubah dan berani membuat kebijakan yang strategis. "Kalau bicara ini untuk Aceh, saya pikir tawaran yang paling spesifik untuk kultur keacehan dan dalam konteks pemahaman dari segi orang Aceh secara menyeluruh dan masif, harus ada pembentukan karakter diiringin penanaman nilai-nilai ketuhanan," terangnya.

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...