Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin: Ayo Bangun Perekonomian Baru

Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin: Ayo Bangun Perekonomian Baru
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh/CM

Banda Aceh | Setelah menyelenggarakan pembukaan di Auditorium Gedung Universitas Syaih Kuala. Hari ini Rabu (19/8/2018), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan talkshow di Auditorium Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Jl. Teuku Chik Pante Kulu, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin selaku pemateri, sekaligus ketua umum Majelis Ulama Indonesia. Mengatakan harus adanya arus baru, untuk membuat perubahan dalam pererkonomian nasional. Seperti menghilangkan diskriminalitas dalam ekonomi, dimana yang lemah akan semakin lemah, dan yang kuat akan semakin kuat. Dengan demikian, harus adanya terjalin kemitraan satu sama lain. Gunanya untuk menopang perekonomian.

Maka Majelis Ulama Indonesia menyusun ekonomi baru, yang merestribusikan aset dan menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga. Pemerintah yang memiliki aset sebesar 7,5 hektar tanah, akan dibagikan kepada lembaga lemah. Seperti koperasi, pasantren dan lembaga ekonomi lemah lainnya.

“Arus baru ini akan menghilangkan diskrimalitas antara pusat dan daerah, sehingga tidak adanya kesenjangan antar pusat dan daerah,” harapnya.

Dalam pembahasannya K.H. Ma’ruf Amin, Calon Wakil Presiden, juga menyampaikan tentang programnya yang akan dilakukan dengan Presiden Jokowi di tahun 2019. Ia mengatakan akan sama-sama dengan Jokowi untuk membuat landasan yang kuat. Menghilangkan gangguan-gangguan yang harus dibenahi, seperti konflik, ideologis (pandangan), dan permasalahan keislaman. Sehingga Indonesia bisa kembali kepangkalnya, yaitu pancasila.

“Pancasila adalah titik temu, karena pancasila merupakan kesepakatan dengan berbagai kelompok yang kita punya, oleh sebab itu, kita tidak boleh mempermasalahkan sistem pemerintahan kita. Jika adanya konflik maka kembali pada aturan pancasila,” jelasnya.

Beliau juga sempat membahas tentang adanya isu di masyarakat yang mengatakan “Ganti Presiden”. Ia berharap hal seperti itu jangan dijadikan kegaduhan.

“Lah wong presiden belum dipilih,” ujar KH. Ma’ruf sambil tertawa.***

Komentar

Loading...