Setelah Diperiksa Satpol PP dan WH Banda Aceh

Pria Diduga Gay Hanya Dihukum Wajib Lapor

Pria Diduga Gay Hanya Dihukum Wajib Lapor
ist
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah melakukan pemeriksaan secara intensif, baik pelaku maupun saksi-saksi, akhirnya Satpol PP dan WH Banda Aceh, melepaskan pria diduga Gay yang ditangkap warga di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu pekan lalu (6/4/17).

”Ini kan baru rencana dia (pelaku diduga Gay), ingin menghisab (maaf) kemaluan korban. Artinya belum dilakukan. Kita tidak bisa memberlakukan qanun jinayah, maka kita lepas dan menghukum wajib lapor saja,” jelas Penyidik Satpol PP dan WH Aceh Marzuki pada media ini, di Banda Aceh, Rabu, (10/1/17).

Menurutnya, sebagaimana diamanahkan dalam qanun jinayah. Pemberian hukuman bagi pelanggar syariah di Aceh, ada bebrapa macam, termasuk hanya memberikan teguran dan pembinaan, jika belum terbukti melakukan pelanggaran.

”Baru niat saja, namun kita tetap menghukum, yaitu dengan pembinaan dan wajib lapor, buat surat pernyataan tidak melakukan lagi, dan langsung kita serahkan pada keluarga.” Ungkap Marzuki.

Sebelumnya, sejumlah sopir ojek online di Banda Aceh, menangkap seorang pria berinisial D (18). Pria yang diketahui mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh ini,  diduga gay atau suka sesama jenis.

Dia ditangkap di seputaran kampus tersebut, Kopelma, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu, (6/1/17).

Sumber media ini menceritakan, sekira pukul 17.00 WIB seorang petugas ojek online berinisial A (24), mendapat order dari aplikasi ojek online untuk menjemput pelanggan di seputaran Darussalam, Banda Aceh. Kemudian, langsung menghubungi nomor telepon genggam yang di kirim melalui aplikasi tersebut.

Ternyata pelanggan yang diduga sebagai gay itu mengatakan kalau telepon genggamnya habis baterai. Lantas,  pelaku meminta dia berkomunikasi melalui WhatsApp saja. Dalam pembicaraan itu, pelaku meminta untuk menghisap (maaf) kemaluan driver ojek ini.

Karena berniat untuk menangkap pelaku, ajakan tadi disepakati sang driver ojek dan bertemu di TKP. Lalu, dia menghubungi kawan-kawannya lain untuk menangkap pelaku. Setelah sampai di TKP, driver ojek ini langsung masuk Gedung RKU 1 Unsyiah. Beberapa lama kemudian diikuti oleh kawan-kawannya dan langsung menangkap pelaku.

Setelah ditangkap, pelaku langsung diserahkan pada anggota Polsek Syiah Kuala, guna pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku langsung diintrogasi oleh Kanit Reskrim. Hasilnya, palaku tidak dapat dijerat dengan Undang-Undang Pidana. Kemudian,  pelaku langsung diserahkan kepada Wilayatul Hisbah (WH)  Kota Banda Aceh, untuk diperiksa dan dikenakan qanun syariat yang berlaku.***

 

Komentar

Loading...