Breaking News

Fahri Hamzah Menangkan Gugatan Perdata

Presiden PKS Sohibul Iman: Itu Putusan Tingkat Pertama, Kami Banding!

Presiden PKS Sohibul Iman: Itu Putusan Tingkat Pertama, Kami Banding!
detiknews.com
Sumber
dari berbagai sumber

Jakarta | Walau belum berakhir bahagia (happy ending). Bolehlah Fahri Hamzah sedikit lega. Maklum, gugatan perdatanya di PN Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2016) kemarin, bisa membuatnya bernafas lega. Fahri memenangkan gugatan perdata soal pemecatannya dari PKS di PN Jakarta Selatan.

Melalui akun media sosial (medsos) Twitternya, Fahri mengungkapkan rasa syukurnya. "ALHAMDULILLAH baru saja selesai putusan PN Jakarta Selatan. Gugatan saya dimenangkan. #KembaliBersama," tulis Fahri lewat akun Twitter @fahrihamzah, Rabu (14/12/2016).

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Fahri Hamzah terkait pemecatannya dari PKS. Dengan demikian, Fahri tetap berstatus politikus PKS dan Wakil Ketua DPR. "Sudah ada putusannya, yaitu mengabulkan gugatan penggugat sebagian," kata Humas PN Jaksel Made Sutrisna saat dihubungi, Rabu (14/12/2016). "Pemecatannya (Fahri) tidak sah," tambah Made yang merupakan ketua majelis hakim persidangan Fahri ini.

Kisruh antara Fahri Hamzah dan PKS ini terjadi sejak PKS memecat Fahri dari posisi kader yang secara langsung berimbas ke posisi Fahri sebagai pimpinan DPR. Fahri lalu melawan. Gugatan ini diajukan sejak April 2016 lalu. Fahri menggunakan pasal 1365 KUHPerdata soal perbuatan melawan hukum yang ditujukan ke Presiden PKS Sohibul Iman serta Majelis Tahkim dan Ketua BPDO.

Dalam gugatannya, Fahri meminta agar pemecatannya dari PKS dinyatakan tidak sah. Di tengah persidangan, majelis hakim mengetok putusan sela yang membuat Fahri masih bisa tetap duduk sebagai pimpinan DPR.

Tak terima dengan putusan itu, PKS akan mengajukan perlawanan setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Fahri Hamzah. Fahri sendiri tidak ambil pusing atas hal itu. "Bagus lah, silakan. Ya banding artinya kita hadapi di banding. Biasa lah," ungkap Fahri di Gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2016), kemarin.

Menurut Fahri, saat banding tidak memerlukan bukti baru. Menurutnya, PN sendiri merupakan majelis hakim di tingkat pertama yang wajib memeriksa bukti-bukti dari suatu kejadian perkara atau disebut judex facti. "Banding tidak perlu bukti baru. Jadi gini, PN disebut judex facti, pengadilan yang memeriksa fakta. Banding pengadilan yang memeriksa prosedur, apakah tindakan hakim ada yang salah. Jadi tidak periksa fakta lagi. Jadi, judex facti atau judex juris tidak boleh menambah," imbuh Fahri.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS akan mengajukan banding. Dengan demikian, masih akan ada 'babak' selanjutnya dari Fahri vs PKS. "Itu putusan tingkat pertama. Dalam hirarki hukum kita, masih tersedia jalan upaya hukum berikutnya yaitu banding, lalu kasasi, dan PK (peninjauan kembali)," kata Presiden PKS Sohibul Iman melalui pesan singkat, Rabu (14/12). "DPTP PKS sudah memutuskan banding. Insya Allah kita ikhtiar sebaik-baiknya," sambungnya.***

Komentar

Loading...