Orasi Politik Agus Harimurti Yudhoyono (bagian dua)

Porsi Pemberitaan Pilpres 2019 Jauh Lebih Besar Ketimbang Persoalan Aktual Rakyat

Porsi Pemberitaan Pilpres 2019 Jauh Lebih Besar Ketimbang Persoalan Aktual Rakyat
detikNews

Tiga hari setelah pidato politik pada Rapimnas Partai Demokrat bulan Maret 2018 lalu, saya langsung turun ke lapangan. Mengunjungi masyarakat Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Lampung, Sumatera Utara, dan tentunya DKI Jakarta. Ini melengkapi perjalanan saya keliling nusantara selama satu tahun terakhir, ke ratusan kabupaten/kota di 22 provinsi, dari Aceh hingga Papua.

MODUSACEH.CO | Dalam perjalanan itu, saya bertemu dengan berbagai komunitas dan lapisan masyarakat. Petani, nelayan, peternak, buruh (termasuk buruh outsourcing), guru (termasuk guru honorer), pedagang pasar dan pelaku UMKM, ibu-ibu rumah tangga, serta anak-anak muda (baik yang masih sekolah dan kuliah maupun mereka yang sedang mencari kerja).

Dari interaksi dengan kelompok-kelompok masyarakat itu, saya mendengar, mencatat, dan ikut merasakan apa yang menjadi kegundahan mereka. Satu hal yang mengusik perasaan saya, dan saya yakin juga perasaan Saudara-Saudara, seringkali, apa yang rakyat rasakan tidak selalu sejalan dengan apa yang media beritakan.

Saat ini, terasa sekali porsi pemberitaan tentang Pemilihan Presiden 2019 jauh lebih besar ketimbang pemberitaan tentang persoalan-persoalan aktual yang dihadapi rakyat. Fokus pemberitaan tentang Capres-Cawapres ini sangat menyita perhatian publik dari berbagai kalangan. Mulai dari obrolan di warung-warung kopi, pengajian, arisan, sampai dengan di kampus-kampus.

Bahkan, dalam jamuan-jamuan internasional tak jarang Duta Besar negara sahabat bertanya sambil berbisik: “Pak Agus, who is the strongest VP candidate for 2019? And, who will Democrat support for President?” – Siapa calon Wakil Presiden terkuat untuk Pilpres 2019? Dan siapa calon Presiden yang akan didukung oleh Partai Demokrat?”

20180611-ahy-bertemu-prabowo

AHY bersama Prabowo (Foto: detiknews).

Pilpres 2019 tentulah sangat penting, dan menentukan masa depan bangsa ini lima tahun mendatang. Tetapi yang harus kita ingat, kesuksesan penyelenggaraan Pilpres 2019 ini akan sangat ditentukan oleh stabilitas politik, sosial, keamanan, dan ekonomi saat ini.

Itulah mengapa, paling tidak sampai dengan hari ini Partai Demokrat belum menentukan dengan siapa akan bekerjasama, atau berkoalisi. Karena Partai Demokrat memahami, ada hal yang lebih mendesak dari sekedar lobi-lobi politik untuk bagi-bagi kekuasaan. Pada saatnya, Partai Demokrat akan menentukan koalisi dengan kelompok yang memiliki kesamaan visi dan misi. Yang mengutamakan rasa aman, keadilan, dan hak hidup rakyat.

Untuk itulah, pada kesempatan ini saya mengajak para kader Partai Demokrat, rekan-rekan media, dan segenap masyarakat Indonesia untuk mendengar, apa yang menjadi persoalan mendesak bangsa ini. Ini bukanlah kecaman bagi pemerintah. Kita tahu, tidaklah mudah untuk mengelola negara yang besar ini, dengan segala kompleksitas persoalannya. Ini otokritik bagi kita semua rakyat Indonesia.***

Komentar

Loading...