Popwil I Sumatera di Aceh Perebutkan 140 Medali

Popwil I Sumatera di Aceh Perebutkan 140 Medali
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) I Sumatera di Aceh memperebutkan 140 medali. Hal itu disampaikan  Ketua Panitia pelaksana sekaligus Kadispora Aceh, Darmansyah, MM saat pembukaan acara tersebut di Gedung Amel Convention Hall, Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin (23/10/18).

Darmansyah merincikan. Dari jumlah keseluruhan 140 medali, 35 keping diantaranya merupakan medali emas, dan 35 keping lagi medali perak serta 70 keping lainnya merupakan medali perunggu.

Menurut Darmansyah, Popwil kali ini dilaksana di beberapa gedung olahraga di Banda Aceh, dimulai pada 22-27 Oktober 2018 dan diikuti tujuh Provinsi di Pulau Sumatera, di antaranya Bangka Belitung dengan jumlah atlet dan ofisial 114 orang, dan Kepulauan Riau dengan jumlah atlet dan ofisial 165 orang serta Riau dengan jumlah atlet dan ofisial 153 orang.

Lalu Provinsi Jambi mengirim atlet dan ofisial sebanyak 165 orang, Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 165 orang, dan Sumatera Utara (Sumut) dengan 165 orang serat tuan rumah Aceh sendiri 175 orang.

“Ada delapan Cabang Olaharaga (Cabor) yang dipertandingkan, yakni tenis meja, bulutangkis, bola voli, tenis lapangan, bola basket, sepak bola, dan sepak takraw serta pencak silat,” ungkap Darmasyah.

20181023-a8a1858f-fae1-4349-8de0-173259eb1cb5

Prof. Mulyana, MPd, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi dan Iptek Olahraga Atlet,  Kemenpora mengatakan. Atlet yang berhasil dalam Popwil akan dibawa pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) yang akan berlangsung di Papua pada 2019 mendatang. Selanjutnya, hasil dari Popnas akan dibawa pada kejuaraan pelajar tingkat ASEAN yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

“Jadi, para atlet jangan menganggap ini tidak ada ujungnya. Semua kita akan perhatikan, dan dari bibit Popwil inilah kita harapkan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi ditingkat dunia,” harap Mulyana.

Mulyana mengakui, Indonesia belum mampu menciptakan atlet potensial usia dini dibandingkan negara-negara lain di Asia. Sebab, banyak kendala yang dihadapi. Misal, profesi sebagai seorang atlet merupakan pilihan alternatif dan tidak menjadi pilihan utama.

“Momen masuk lima besar Asia Games yang digelar di Indonesia (Jakarta-Palembang) menjadi motivasi kita untuk mempertahankannya. Kita lihat, kehidupan atlet sekarang sudah sangat layak, diguyur dengan berbagai macam bonus, dan bahkan direkrut menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka, saya harapkan, ini menjadi motivasi adek-adek semua guna mengukir prestasi lebih baik,” harap Mulyana.

Acara pembukaan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Aceh, Kepala Sekretariat Wali Nanggroe Aceh, KONI Aceh, dan unsur Forkopimda serta perwakilan atlet dan ofisial dari delapan Provinsi.***

Komentar

Loading...