Breaking News

Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

Polresta Banda Aceh Limpahkan Berkas Perkara Mawardi alias Mento pada Kejari Banda Aceh

Polresta Banda Aceh Limpahkan Berkas Perkara Mawardi alias Mento pada Kejari Banda Aceh
Mawardi alias Bento

Banda Aceh | Usai menetapkan Mawardi alias Mento, anggota Tim Utama Relawan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu, sebagai tersangka kasus penistaan dan pencemaran nama baik. Tim penyidik Polresta Banda Aceh, selanjutnya menyerakan berkas perkara Mento pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh.

“Sudah, kita sudah lama menyerahkan berkas pada Jaksa (Kejari Banda Aceh). Sekarang kita menunggu, apakah berkas itu sudah lengkap (P21) atau tidak. Itu yang sedang kita tunggu dari Jaksa,” jelas Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq pada media ini, Jumat (10/11/18).

Menurut Taufik, berkas Mento telah lama dilimpahkan pada Kejari Banda Aceh untuk dipelajari. Jika nantinya, berkas itu dikembalikan, maka penyidik akan melengkapi berkas tersebut guna dilimpahkan pada persidangan.    Dalam kasus ini, sejak 2 Agustus 2018, penyidik Polresta Banda Aceh menetapkan status tersangka kepada Mento. Dia di jerat dengan UU ITE dengan ancaman empat tahun penjara.

Sebelumnya, penyidik juga telah meminta keterangan pemilik aku media sosial facebook Hendro Saky, Rabu (12/07/2018) dan memeriksa Mawardi alias Mento, anggota Tim Utama Relawan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu, di Maporesta Banda Aceh, Keudah, Banda Aceh. Mawardi alias Mento diperiksa, terkait laporan Pimpinan Redaksi (Pimred) Tabloid MODUS ACEH, H. Muhammad Saleh, SE, atas komentar di facebook yang dianggap menebar fitnah dan kebencian.

Sekedar mengulang, Pimpinan Redaksi (Pimred) Tabloid MODUS ACEH, H. Muhammad Saleh, SE melaporkan pemilik akun facebook Mento atau bernama asli Mawardi pada Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banda Aceh, Senin (2/7/18) sore. Laporan itu terkait komentar Mento yang juga anggota Tim Utama Relawan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu. Kecuali itu, Mento juga staf Darwati A.Gani saat masih menjadi anggota DPR Aceh. Dan, laporan itu diterima Bripka Kausar Nasution.

Berawal dari akun facebook Hendro Saky, seorang wartawan di Banda Aceh yang diunggah, 30 Juni 2018. Dalam unggahannya, Hendro Saky mengucapkan turut berduka atas musibah yang dialami Bang Saleh (Pimred MODUS ACEH), karena Kantor Redaksi MODUS ACEH telah dilempar bom oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu pagi, sekira pukul 4.00 WIB, Sabtu.

Lantas, Mento berkomentar dengan kata-kata: “buat bom sendiri, negbom sendiri. Kayak dulu2 jua...Kwkwkwkwkw,” tulis Mento dalam komentarnya. Lalu, sempat dibalas Hendro dengan meminta agar Mento bersabar dan menunggu hasil kerja polisi (Inafis) dan tidak menghakimi dengan menjunjung azas praduga tak bersalah. Tapi bukannya berhenti, Mento masih saja membalas kalimat Hendro.

Itu sebabnya, melalui surat bukti lapor Nomor LPB/409/VII/YAN25/2018/SKPT dan berdasarkan laporan polisi nomor; LPB/409/VII/YAN25/2018/SKPT, tanggal 2 Juli 2018, Muhammad Saleh melaporkan Mento dengan perkara penistaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial facebook. "Ini sudah bisa dikenakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE)," kata seorang petugas polisi di Poltabes Banda Aceh, saat itu, usai mendengar laporan Muhammad Saleh.

Menurut dia, pernyataan Mento di facebook itu tidak perlu terjadi, karena sangat tidak mendasar dan menganggu serta menghakimi kerja polisi. Sebab, belum sampai satu kali 24 jam kejadian peletakkan bom di Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH, dia sudah berkomentar seperti itu. "Harusnya dia berkaca pada peristiwa bom gereja Surabaya. Ada sejumlah warga yang terpaksa berurusan dengan polisi dari mengunggah sejumlah komentar di media sosial sehingga diproses hukum. Begitupun, kita lihat saja dulu, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kasus ini akan segera diproses," ujarnya.***

Komentar

Loading...