Polresta Banda Aceh Blender Sabu Jaringan Internasional

Polresta Banda Aceh Blender Sabu Jaringan Internasional
Polresta Banda Aceh memusnahkan BB sabu dengan cara di blender (Photo: MODUSACEH.CO/IrwanSaputra)
Banda Aceh | Polisi Resor Kota (Polresta) Banda Aceh Kamis (27/11/2016) memusnahkan barang bukti (BB) narkotika jenis sabu jaringan internasional sebanyak 4,9 kilogram. Barang haram ini hasil penangkapan upaya penyelundupan yang dilakukan tersangka AA di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin 26 September 2016 lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes T. Saladin mengungkapkan, tersangka berencana membawa sabu tersebut ke Jakarta melalui Bandara SIM, di sajna tersangka berhasil meloloskan 2 kilogram (Kg) sabu dari alat pendeteksi, setelah yang pertma lolos tersangka kembali lagi ke mobilnya dan mengambil 2,5 Kg, namun nahas upaya yang kedua ini terdeteksi oleh petugas di bandara, kemudian pihak bandara bekerjasama dengan Polresta Banda Aceh. “Saya perintahkan Wakapolres untuk dilakukan pengecekan pada  CCTV, karena saat itu saya di Polda Aceh” kata Saladin kepada wartwan.

Setelah dicek, ternyata betul tersangka melakukan upaya penyelundupan barang haram itu secara dua tahap di bandara. Pertama lolos sampai ke ruang tunggu dan melewati dua alat pendeteksi, sementara yang ke dua keburu ketahuan oleh petugas. Dari tersangka AA tersebut dilakukan pengembangan, beberapa hari kemudian diciduk F di Bireun. Dia mengaku mendapatkan sabu dari Batam, sementara yang di Batam memperolehnya dari Malaysia. “Jadi ini adalah jaringan internasional dan kami tidak kejar lagi ke Jakarta karena tersangka sudah ditangkap. Kami mundur ke belakang, dari mana barang ini didapat maka tertangkaplah yang di Biruen. Jika diuangkan mencapai lima Rp 5 miliar," ujar Saladin. Selain itu  kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (2), 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Saladin juga menjelaskan, dalam kasus sabu tersebut pihaknya telah menahan dua tersangka yaitu AA dan F, dua lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pemusnahan BB sabu tersebut turut dihadiri Dandim 0101/BS, Letkol Mahesa, Kejari Banda Aceh, Husni Thamrin. Tujuan dimusnahkan dengan cara diblender agar barang tersebut tidak menguap, atau berkurang, maupun disalahgunakan apalagi hilang, namun untuk proses persidangan pihaknya mengaku sudah mensisihkan sebagian kecil sebagai BB.  Karena itu dia mengatakan,  sebelum dilakukan pemusnahan BB pihaknya terlebih dahulu melakukan tes urin terhadap  181 orang petugas serta dirinya sendiri sebagai Kapolresta Banda Aceh. Namun, kata Saladin Dandim 0101, Letkol Mahesa ikut serta melakukan tes urin. “Sebenarnya, kami mengundang Dandim dan Kejari untuk pemusnahan BB tapi karena Dandim datang lebih awal menyaksikan tes urin, beliau pun ikut, ini kesadaran beliau sendiri tanpa diminta,” ungkap Saladin.***

Komentar

Loading...