Polres Simeulue Gelar Press Release Ungkap Kasus Narkoba

Polres Simeulue Gelar Press Release Ungkap Kasus Narkoba
Penulis
Sumber
Reporter Simeulue 02

Simeulue | Polres Simeulue mengelar temu pers terkait keberhasilan mengungkap pelaku tindak pidana narkoba awal tahun 2018 di Aula Atefulawan Polres Simeulue, Jumat, (12/1/2018). Pertemuan itu dipimpin Kapolres Simeulue AKBP Ayi Satria, S.I.K, M.Si, didampingi Wakapolres Kompol Rusman S.S serta Kasat Narkoba Ipda JH Sialagan bersama sejumlah awak media yang ada di wilayah hukum Polres Simeulue. Selain itu,  menghadirkan seorang tersangka yang berinisial B (19) yang berasal dari Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Simeulue serta barang bukti (BB) narkoba berjenis ganja seberat 350 gram yang telah dikemas dalam plastik kecil dan besar serta satu unit telepon genggam milik tersangka.

Menurut Kapolres, tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari AB asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, yang memberikan barang pada tersangka B di Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan, melalui jalur kapal fery. Hingga saat ini tersangka AB masih buron dari Polres Simeulue maupun Polres Nagan Raya. "Tersangka mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang berinisial AB, warga Nagan Raya yang hingga saat ini masih DPO," jelas Ayi Satria.

Lanjut Ayi Satria, hingga saat ini pihak Kepolisian Simeulue terus melakukan pengembangan terkait penangkapan tersangka kasus narkoba ini agar pelaku bisa secepatnya ditangkap dan diadili. "Kita terus melakukan kordinasi dengan Polres Naga Raya untuk mengembangkan kasus ini serta secepatanya menangkap pelaku," jelasnya.

Sebelumnya pada awal tahun 2018, Polres Simeulue mendapatkan informasi dari masyarakat Kecamatan Teluk Dalam akan ada transaksi narkoba yang dilakukan tersangka B. Lalu, Sabtu, 6 Januari 2018, tepatnya pukul 11:30 WIB, Polres Simeulue melakukan penangkapan terhadap tersangka, beserta barang bukti ganja kering yang telah dibungkus dalam plastik hitam serta disimpan dalam timba hitam di rumahnya. Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan . Tersangka akan dijerat dengan pasal 114 pasal 112 pasal 111 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, terancam penjara 5 sampai 20 tahun serta denda maksimal Rp 1 miliar.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...