Polres Aceh Timur Nyatakan Perang Narkotika

Polres Aceh Timur Nyatakan Perang Narkotika
Personil Polisi saat menandatangai Fakta Intergritas Lawan narkotika di Polres Aceh Timur.
Penulis
Sumber
Laporan Ilyas Ismail, Aceh Timur

IDI | Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum mengaku siap berperang dengan kejahatan narkoba di wilayah hukumnya. Itu disampaikan saat acara penandatanganan fakta intergritas anti narkoba dengan jajarannya. Senin (14/7/2017). Itu sebabnya, dia meminta seluruh anggota Polres dan Polsek jajaran untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, baik sebagai pemakai apalagi menjadi pengedar atau kurir.

“Bagaimana kita mau membersihkan lantai kalau sapu yang kita gunakan kotor. Artinya, bagaimana kita akan melakukan penindakan kepada masyarakat penyalahguna narkotika. Jika di dalam institusi kita sendiri masih ada oknum yang bermain narkoba. Untuk itu saya tegaskan kepada rekan-rekan jangan coba-coba berurusan dengan narkotika, karena sanksi tegas pasti menanti saudara semua,” tegas Kapolres Aceh Timur.

Lanjut Kapolres, bagi anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika dan sudah menjalani sidang disiplin selama 3 (tiga) kali dengan kasus yang sama, maka sidang yang ke 4 (empat) adalah sidang Komisi Kode Etik (KKE) dengan rekomendasi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).  “Hal ini sudah dialami salah satu rekan kita, setelah menjalani pidana umum, anggota yang bersangkutan saat ini telah menjalani Sidang KKE dan diusulkan untuk dilakukan PTDH. Selain itu akan dilakukan tes urine secara rutin dan berkala bagi anggota Polres dan Polsek,” tegas Kapolres Aceh Timur. 

Sebelum menandatangani komitmen untuk menyatakan perang pada narkoba. Seluruh anggota polisi juga membacakan ikrar, terkait upaya memberantas penyalahgunaan narkoba yang dipandu Kabag Ops Kompol Rusman Sinaga. Dalam ikrar tersebut, anggota Polres Aceh Timur berkomitmen; sebagai anggota Polri wajib patuhi dan taat terhadap peraturan serta perundang-undangan yang berlaku. Kedua, mengetahui dan memahami bahwa penyalahgunaan narkoba adalah perbuatan tercela dan melanggar hukum, sesuai Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Kode Etik Profesi Polri. Ketiga, secara proaktif melakukan pengawasan melekat dalam upaya mencegah dan pemberantasan narkoba di lingkungan kerja. Keempat,  tidak akan melibatkan diri baik langsung maupun tidak langsung terhadap penyalahgunaan narkoba. Kelima, berani melaporkan dan membuat laporan polisi terhadap anggota yang melakukan penyalahgunaan narkoba sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. 

Hanya itu? Tunggu dulu. Keenam, bersedia dikenakan sanksi apabila melanggar pernyataan tersebut di atas dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta tidak akan menuntut atas sanksi yang diputuskan dalam sidang Komisi Kode Etik Polri.***

Komentar

Loading...