Breaking News

Politikus Demokrat Sebut Istana Mainkan Politik Agama

Politikus Demokrat Sebut Istana Mainkan Politik Agama
Joko Widodo-Ma'ruf Amin dituding sudah mulai mainkan politik agama di Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Penulis
Sumber
CNN Indonesia.com

Jakarta | Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritik pernyataan calon wakil presiden Ma'ruf Amin yang menyindir koalisi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang dituding tidak menghargai keputusan Ijtimak Ulama di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Menurut Rachland, Ma'ruf yang merupakan calon pendamping petahana Joko Widodo itu sudah mulai memainkan politik identitas di saat pertarungan pilpres bahkan belum dimulai secara resmi. "Ini baru awal. Gong tanda pertandingan dimulai bahkan belum dipukul. Politik agama, kali ini, dari istana," katanya lewat akun pribadi @RachlanNashidik, Senin (13/8).

Kicauan Rachland itu mengomentari tautan berita soal pernyataan Ma'ruf Amin yang menyindir kubu Prabowo yang tak menghargai ulama. CNNIndonesia.com telah mengonfirmasi kicauan tersebut ke Rachland dan telah dibenarkan oleh Rachland.

20180813-rachland

 Rachland Nashidik (foto:Perhimpunan Pendidikan Demokrasi)

Sebelumnya Ma'ruf menyindir kubu Prabowo tidak menghargai ulama. Sebab, ia menyebut Prabowo lebih memilih pendamping nonulama, Sandiaga Uno, ketimbang cawapres rekomendasi ijtimak ulama, yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufrie atau Ustaz Abdul Somad.

"Ada sebelah sana. Ngomongnya menghargai ulama, menghargai ulama tapi usul ijtima ulamanya tidak di-dengerin," ujar Ma'ruf di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (10/8).

Ma'ruf mengatakan sikap yang ditunjukkan Prabowo berbanding terbaik dengan apa yang dilakukan oleh Joko Widodo. Ia menilai Jokowi sangat menghormati ulama.***

Komentar

Loading...