Sehubungan Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 2018, Tabloid MODUS ACEH Tidak Terbit, Senin, 20 Agustus 2018. Terbit Kembali 27 Agustus 2018. Redaksi.

Polisi Sita 99 Kg Sabu dari Sindikat Malaysia di Aceh dan Batam

Polisi Sita 99 Kg Sabu dari Sindikat Malaysia di Aceh dan Batam
Barang bukti sabu yang disita dari jaringan Malaysia-Batam-Aceh (Foto: dok. Istimewa)
Penulis
Sumber
Detik.com

Jakarta | Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyita sebanyak 99 kilogram sabu dan 20.000 pil Happy Five di Batam dan Aceh. Barang bukti itu diamankan dari jaringan Malaysia-Batam-Aceh.

"Barang bukti narkoba 100 kilogram. Sabunya 99 kilogram dan sisanya Happy Five 20 ribu butir. Jaringannya Malaysia - Batam - Aceh," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto kepada detikcom, Sabtu (9/6/2018).

Eko mengatakan Satgas NIC yang dipimpin AKBP Gembong Yudha melakukan penyelidikan selama satu bulan belakangan. Ada 9 tersangka ditangkap dari 4 lokasi yang berbeda sejak 30 Mei kemarin.

Pengungkapan bermula di Bintan, Tanjung Pinang, Kota Batam pada Rabu (30/5). Kemudian berlanjut ke wilayah Aceh Timur. Di Aceh Timur, tim melakukan operasi di tiga titik, yaitu perairan Idi Rayeuk dan sebuah dusun di Idi Rayeuk, 3 sampai 8 Juni 2018.

"Pertama di Batam, kita amankan 8 kilogram sabu dan 3 orang tersangka. Dari situ tim kembangkan (penyelidikan) sampai akhirnya di perairan Aceh Timur, namanya Idi Rayeuk, kita amankan lagi tiga tersangka dengan 11 kilogram sabu, Minggu (3/6) minggu lalu, pukul 16.00 WIB," ujar Eko.

"Kemudian keesokan harinya (4/6) pukul 09.15 WIB, tangkap lagi satu tersangka dengan 30 kilogram sabu dan 20 ribu Happy Five di Dusun Blang Mee Seueubok Rambong Kecamatan Idi Rayeuk. Kita periksa terus tersangka-tersangka yang sudah berhasil diamankan sampai akhirnya kemarin Jumat (8/6) pukul 18.30 WIB, kita temukan 50 kilogram sabu dalam boat," sambung dia. Kini para tersangka dan barang bukti diamankan sementara di Polres Langsa, Aceh Timur sebelum diangkut ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan. ***

Komentar

Loading...