SelamaTiga Bulan

Polda Aceh Berhasil Ungkap Enam Kasus Narkoba

Polda Aceh Berhasil Ungkap Enam Kasus Narkoba
Para tersangka di hadapan barang bukti (BB) (Foto: MODUSACEH.CO/Irwan Saputra)
Banda Aceh | Direktorat Reserse Tindak Pidana Narkoba Polda Aceh, berhasil mengungkap enam kasus peredaran Narkoba di Aceh baik ganja maupun shabu. Pengakuan tersebut diungkapkan Direktur Reserse Narkoba, Kombes. Pol. Drs. Agus Sunardi saat konferensi pers tentang pengungkapan kasus narkoba oleh Polda Aceh dan jajaran, Lantai Tiga Gedung Utama Polda Aceh, Senin (10/10/2016). Agus Sunardi menjelaskan, 3 Agustus 2016 lalu, sekitar pukul 8.00 WIB, Ditres Narkoba Polda Aceh berhasil melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana narkotika di sebuah warung kopi, Jalan Banda Aceh–Medan, Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Dari  tersangka polisi berhasil menemukan satu kantong plastik narkoba jenis shabu seberat satu kilogram.  Ketiga  tersangka, dua diantaranya adalah kakak beradik yaitu FD (35) berstatus wiraswasta dan KM (30)   berstatus petani, sementara seorang lainnya adalah rekannya JN (36) status petani.

Tanggal 24 Agustus 2016, sekitar pukul 19.30 WIB. Ditres Narkoba Polda Aceh juga berhasil melakukan penangkapan terhadap dua tersangka yang diduga melakukan tindak pidana narkotika di Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Keude Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireun. Dari tangan tersangka polisi menemukan satu kantong plastik berisi shabu seberat satu kilogram.  Kedua tersangka tersebut adalah RY (21) berstatus sebagai mahasiswa dan SZ (33)  berstatus wiraswasta.

Masih ada, 18 September 2016, Ditres Narkoba Polda Aceh berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka yang mengangkut narkoba dari Nagan Raya menuju Banda Aceh, menggunakan satu unit mobil Mitsubishi Lancer tua kombinasi warna hitam putih, Nomor Polisi BK 246 BZ. Penangkapan tersebut berlangsung di wilayah Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya. Dari mobil yang dipakai tersangka, polisi berhasil menemukan satu buah kotak kardus warna coklat yang berisi 20 ikat narkoba jenis jenis ganja. Kedua tersangka tersebut adalah  RH (19) dan ED (19) keduanya adalah buruh.

Tanggal 23 September 2016, Ditres Narkoba Polda Aceh  berhasil melakukan penangkapan terhadap  tersangka SB (41) bekerja sebagai  pengemudi yang diduga melakukan tindak pidana narkotika di Jalan Panglima Polem, Simpang Lima, Depan Bank BCA, Banda Aceh. Dari tersangka polisi berhasil menemukan 145  ball narkotika jenis ganja yang dimasukkan dalam tiga dus besar seberat 148 Kg. Dari hasil pengembangan kasus tersebut diperoleh keterangan, sebelumnya tersangka  sudah tiga kali berhasil mengirim paket narkotika jenis ganja ke Lampung, sebanyak lima paket, Bogor lama paket, dan Jakarta Timur tiga paket. Sementara  145 ball yang masih bersamanya, akan dikirim ke Depok. Namun nahas,  aksinya keburu tercium polisi.  Besok harinya, dilakukan pengembangan dan ditangkap tersangka AM (29) yang masih berstatus mahasiswa, di rumahnya Desa Kayee Kunyet, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten  Aceh Besar, dengan barang bukti 202 ball narkotika jenis ganja yang dimasukkan ke dalam empat buah karung berwarna putih seberat 202 Kg.

Selanjutnya, 5 Oktober 2016 sekitar pukul  20.00 WIB. Ditres Narkoba Polda Aceh berhasil melakukan penangkapan terhadap satu orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana narkotika di sebuah rumah, Desa Cot Sibate, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Dari tangan tersangka polisi berhasil menemukan satu kantong plastik besar yang di dalamnya berisi narkotika jenis ganja kering yang sudah dibalut dengan lakban warna kuning sebanyak 130 ball. Tersangka adalah MH (45) status pekerjaan petani. Terakhir pada 9 Oktober 2016 sekitar pukul 23.30 WIB.  Ditres Narkoba Polda Aceh kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka di wilayah Ujong Kareung, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, yang diduga melakukan tindak pidana narkotika dengan menggunakan mobil Truk Colt Diesel Nomor Polisi BK 9648 BT yang mengangkut 23 bungkus narkotika jenis ganja yang dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam. Kedua tersangka tersebut adalah MH (48) berstatus petani dan Munadi (39) yang juga sebagai petani. 

Agus mengungkapkan, para tersangka rata-rata diancam dengan Pasal 114, 111 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu mengedarkan narkotika golongan I (satu) dengan ancaman hukuman maksimal dipidanapenjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliardan paling banyak Rp 10 miliar untuk ancaman Pasal 114. Dan akan dipidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun  paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar untuk ancaman pasal 111. "Motivasi para palaku rata-rata karena desakan ekonomi, ini membuat saya prihatin. Karena walau begaimanapun mereka juga merupakan generasi kita yang harus diselamatkan masa depannya, makanya kita berharap dengan penangkapan ini para tersangka bisa insaf," harap Agus.***            

Komentar

Loading...