Breaking News

Polda Aceh Bantu KPK Pantau Keberadaan Ayah Merin, Orang Kepercayaan Irwandi Yusuf

Polda Aceh Bantu KPK Pantau Keberadaan Ayah Merin, Orang Kepercayaan Irwandi Yusuf
ilustrasi
Penulis
Rubrik
Sumber
Merdeka.com

Banda Aceh | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Izil Azhar alias Ayah Merin, orang kepercayaan Gubernur Aceh non-aktif, Irwandi Yusuf menjadi tersangka. Saat ini KPK juga telah memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang.

Ayah Merin diburu KPK karena menjadi tersangka penerimaan gratifikasi terkait pembangunan proyek Dermaga Sabang. Sebelumnya KPK juga telah menetapkan menjadi tersangka Gubernur Aceh non-aktif, Irwandi Yusuf yang saat ini masih ditahan oleh KPK di Jakarta. Kapolda Aceh, Irjend Pol Rio S Djambak, mengatakan Polda Aceh siap membantu KPK untuk memantau dan mendeteksi keberadaan Ayah Merin.

"Kita mendukung semua permintaan bantuan kepada pihak kepolisian, akan kami bantu," kata Kapolda Aceh, Jumat (28/12) di Banda Aceh. Dimasukkannya Ayah Merin dalam DPO, setelah KPK memangginyal beberapa kali secara persuasif. Namun hingga batas waktu yang ditentukan KPK, Ayah Merin tidak memenuhi panggilan KPK.

Baca Juga : Masuk DPO, KPK Minta Kapolri Tangkap Ayah Merin

Pihak KPK juga beberapa kali menyampaikan pada media massa agar menyerahkan diri secara baik-baik kepada KPK. Bila segera menyerahkan diri, KPK menyebutkan akan memberikan keringan proses hukum.

Izil Azhar dan Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 32 miliar. KPK menyebut gratifikasi itu berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan Dermaga Sabang tahun anggaran 2006-2011.

Perkara ini bermula KPK melakukan penyidikan indikasi korupsi pembangunan dermaga dibiayai APBN 2006-2011 yang dilakukan pada tahun 2013. Total nilai proyek sebesar Rp 793 miliar. KPK menduga ada kerugian keuangan negara Rp 313 miliar, karena diduga adanya penyimpangan dalam proyek itu.

Sebelumnya KPK sudah menjerat Kepala PT Nindya Karya Cabang Sumut dan Nangroe Aceh Darussalam Heru Sulaksono, PPK Satker Pengembangan Bebas Sabang Ramadhany Ismy, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani dan Teuku Syaiful Ahmad.

KPK juga telah menjerat dua perusahaan pelaksana proyek tersebut, yaitu PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati. "Sesuai dengan TO-nya KPK, kita memonitor dimana keberadaannya. Kami akan berusaha semaksimal mungkin," tutupnya.***

Komentar

Loading...