T. Harri Kuniansyah Akhirnya Tersangka

Plt Wakil Kepala BPKS Islamuddin: Kami Dukung Proses Hukum dan Menganut Azas Praduga tak Bersalah

Plt Wakil Kepala BPKS Islamuddin: Kami Dukung Proses Hukum dan Menganut Azas Praduga tak Bersalah
Teuku Harri Kuniansyah
Rubrik
Sumber
Kontributor Sabang

Sabang | Teuku Harri Kuniansyah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan dan Pembebasan Lahan BPKS Tahun 2016, akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang.

Itu disampaikan Kajari Sabang Suhendra kepada media pers, Selasa (30/4/2019). Bersama Teuku Harri atau akrab disapa Ari Bom-Bom ini, ada nama Tajuddin, Direktur PT. Batel, perusahan jasa konsultan proyek tersebut dengan status sama.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sabang, Suhendra mengatakan, penetapan kedua tersangka itu sudah dilakukan sekitar tiga minggu lalu, namun keduanya tidak ditahan karenadinilai kooperatif selama pemeriksaan.

Dikatakan Suhendra, pihaknya saat ini telah menyita sejumlah dokumen, termasuk dua unit laptop yang diduga digunakan tersangka Harri untuk melakukan lelang. "Saat ini laptop tersebut sudah kita serahkan ke BPKP RI di Jakarta untuk pemeriksaan forensik, saat ini kita masih menunggu hasilnya, mungkin awal Ramadhan keluar (hasilnya)," kata Suhendra.

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, Suhendra, S.H.  menyebutkan bahwa pihaknya menemukan indikasi ada rekayasa di tingkat lelang. Sekedar mengulang, penyidikan kasus ini memang telah dilakukan sejak 2018 lalu. Penyidik menemukan fakta bahwa pada 2016 lalu BPKS menganggarkan dana senilai Rp 730 juta untuk paket jasa konsultan pembuatan Review Design Terminal Pelabuhan Balohan.

Nah, paket ini dimenangkan PT. Batel Indonesia dengan nilai kontrak Rp 649 juta lebih. Belakang muncul terindikasi bahwa, hasil dari perencanaan alias review design tersebut, nyaris sama dengan desain yang sudah pernah ada, yang membedakan hanya beberapa penambahan desain gedung saja. Sementara lainnya masih tetap seperti desain awal. Contoh, gambar dermaga yang sama persis. Itu sebabnya, muncul dugaan bahwa pembiayaan yang dikeluarkan sesungguhnya tak mencapai nominal yang dianggarkan oleh BPKS.

Sementara itu, Plt Wakil Kepala BPKS Islamuddin ST mengaku sudah mendapat informasi tersebut. “Kami tetap menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan,” kata Islamuddin yang dikonfirmasi media ini, Rabu (1/5/2019) sore.

20190501-islamuddin-bpks

Plt Wakil Kepala BPKS Islamuddin ST (Foto: Fb)

Itu sebabnya sebut mantan Wakil Wali Kota Sabang ini, Teuku Harri masih bisa bekerja seperti biasa. “Kami tetap meminta saudara Hari untuk bekerja seperti biasa, sampai proses hukum selesai atau berkekuatan hukum tetap,” jelas Islamuddin.

Kebijakan itu dilakukan urai Islamuddin, karena pihaknya tetap menganut azas praduga tak bersalah. “Mengenai keputusan atau kebijakan lanjutan terhadap saudara Hari, tentu kami menunggu proses hukum selesai,” jelas Islamuddin.***

Komentar

Loading...