PKS Gelar Do’a dan Zikir Bersama untuk Tsunami Aceh dan Sulteng

PKS Gelar Do’a dan Zikir Bersama untuk Tsunami Aceh dan Sulteng
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh/NM

Banda Aceh | Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adakan zikir dan doa bersama untuk syuhada tsunami Aceh dan Sulawesi Tengah, disertai menggalang dana untuk korban bencana Sulawesi Tengah. Acara itu berlangsung di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue,  Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Sabtu 06 Oktober 2018.

Sebelum zikir, Ustad M. Sohibul Iman, Presiden PKS dan rombongannya berziarah di  Kuburan Masal serta berdoa untuk korban bencana tsunami Aceh tahun 2004 silam.  Setelah itu langsung zikir dan doa bersama di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue.

Dalam pidatonya ia menyatakan, zikir ini untuk mengenang korban musibah yang terjadi di Indonesia. "Semoga kita menjadi orang-orang yang tidak melupakan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Betapa ruginya kita menjadi orang yang melupakan Allah SWT dan lupa pada diri sendiri. Allah memerintahkan kita hanya untuk beribadah kepadanya, mencintai kebaikan serta selalu mempresentasikan Allah dalam kehidupan sehari hari, di rumah, di masyarakat dan dimana-mana, agar Allah selalu melindungi kita. Musibah palu sangat dahsyat, karena gempa dan tsunami, dan longsor, sampai hari ini ada yang belum terevakuasi karena alat berat sulit memasuki ke daerah tersebut, dan banyak penduduk yang masih tertimbun dalam tanah dan ia mendesak pemerintah, bencana Palu untuk menjadi bencana nasional," katanya.

Sementara itu, Ustad Zul Arraffah sebagai pimpinan zikir dan doa bersama menjelaskan tentang faedah musibah. “Orang beriman adalah orang pintar, IQ-nya tinggi, orang beriman hidup diakhirat selamanya, jangan terjebak dengan dunia ini seperti mabuk, narkoba dan korupsi. Itu hanya kesenangan sesaat di dunia ini, peristiwa yang terjadi ini sudah ada dalam Alqur’an dan apa pun sudah ditakdirkan Allah, bukan kebetulan. Jadi, siapa yang bilang kebetulan? Kalau itu pemahamannya, berarti mereka tidak mempunyai tuhan,’’ tegasnya.

Dan jika satu kampung itu berkhianat, berbuat kufur, kezaliman, sombong, maka Allah hancurkan mereka sehancur-hancurnya, dan ia juga mengajak untuk memilih pemimpin yang beriman. Artinya, takut kepada Allah.

’’Bumi ini akan hancur ketika dunia ini tidak ada lagi yang berdoa dan melaksanakan perintah Allah. Maka dari itu, saya mengajak semua masyarakat untuk memilih pemimpin yang beriman kepada Allah, agar Allah selamatkan negeri ini,’’ harapnya.

Dalam acara itu juga dihadiri Ketua DPW PKS, Gufran Zainal Abidin, MA. Caleg Dapil IV, Tati Mutia, Muhammad Syafi’i, Kader PKS dan masyarakat lainnya.***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...