Perusahaan “Hitam” di Rumah Putih

Perusahaan “Hitam” di Rumah Putih
dok. MODUSACEH.CO
Rubrik

Banda Aceh | Ternyata, dunia usaha di Aceh belum juga lepas dari persoalan “hitam-putih”. Bayangkan, ada perusahaan terkena blacklist, tapi masih bisa dinyatakan sebagai pemenang oleh ULP Pemerintah Aceh. Benarkah sejumlah oknum pejabat dan aparat penegak hukum sudah diatur?

Sebut saja proyek pembangunan oncology center di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, senilai Rp 39,8 miliar. Nah, proyek ini dimenangkan PT. Araz Mulia Mandiri. Padahal, perusahaan itu sudah dinyatakan masuk dalam perusahaan daftar hitam Indonesia.

Kabarnya, selain di RSUZA Banda Aceh, perusahaan yang beralamat di  Lhokseumawe ini, juga unggul sebagai pada lelang proyek Rumah Sakit dr. Yualdin Away di Kabupaten Aceh Selatan (Rp 29 miliar) serta pabrik es di Kabupaten Simeulue, Rp 15 miliar. Bendera PT. Araz Mulia Mandiri tetap berkibar.

Ada sas sus, unggulnya perusahaan ini, saat Kepala ULP Pemerintah Aceh masih dipegang Reza Ferdian yang disokong dua pengusaha lokal yang pernah ‘ranum’ pada rezim pemerintah dr. Zaini Abdullah. Namun, untuk memastikan dugaan tadi, media ini belum berhasil terkonfirmasi dengan mantan Kepala ULP Reza Ferdian.

Data yang peroleh media ini dari sejumlah sumber menyebutkan. Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) memasukkan dan memberi sanksi (blacklist) PT. Araz Mulia Mandiri, karena mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Itu tertuang dalam Surat keputusan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BPKS, Nomor: 25/BPKS-KPA/2017, tentang sanksi pencantuman dalam daftar hitam PT Araz Mulia Mandiri selama dua tahun. Surat keputusan itu dikeluarkan, tanggal 9 Juni 2017, yang ditandatangani Fajri, selaku Kuasa Penguna Anggaran (KPA). Pemberian saksi karena perusahaan itu tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yakni pembangunan Tugu KM 0 (lanjutan), dengan nilai total HPS Rp 15,9 miliar (selengkap baca Tabloid MODUS ACEH, edisi 23, Senin, 2 Oktober 2017).

Komentar

Loading...