Aplikasi Berubah, Dana APBG Lambat Cair

Aplikasi Berubah, Dana APBG Lambat Cair
Kadis BPMG Pidie Jufrizal (Foto: Amiruddin)
Penulis
Rubrik
Sumber
Amiruddin/Reporter Pidie dan Pidie Jaya

Sigli | Terjadinya perubahan aplikasi setiap tahun, telah mengakibatkan dan berpengaruh pada lambannya pencairan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG), sehingga berbagai program pembangunan di gampong sulit dikerjakan dan diselesaikan secara tepat waktu alias harus molor.

Pendapat itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kabupaten Pidie Jufrizal pada MODUSACEH.CO, Jumat (24/5/2019). Dia mengatakan, kondisi itu terjadi disebabkan Pemerinah Pusat setiap tahun merubah sistem atau aplikasi pembuatan APBG. Sebab APBG harus di upload ke dalam sistem yang baru dan selalu masuk dalam perubahan.

"Ini yang menjadi masalah dalam pencairan dana APBG sehingga sedikit terlambat," jelasnya. Tak hanya itu sebut Jufrizal, keterlambatan menyusun APBG juga menjadi kendala untuk disahkan oleh Tuha Puet Gampong (TPG).

Artinya kata Jufrizal, jika APBG cepat prosesnya maka pencairan dana juga bisa lebih cepat. Sebab, Keuchik (Kepala Desa) cukup membawa APBG yang sudah disahkan dan Qanun Gampong, langsung bisa mencairkan dana tahap awal. Selanjutnya harus menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun sebelummya. "Jadi untuk pencairan dana tahap awal tidak perlu LPJ," papar dia.

Sementara untuk pencairan dana APBG tahun 2019 ada yang sudah dilakukan. Bahkan ada 185 gampong yang sudah masuk ke Dinas Keuangan. Artinya mereka tinggal menunggu pencairan saja. Pihaknya setiap hari menerima LPJ dari Keuchik dan selalu diarahkan agar segera menyelesaikan LPJ tahun 2018 supaya tidak terkendala pada pencairan dana tahap kedua.  "Kita selalu memgingatkan Keuchik agar segera mengirim LPJ ke DPMG," himbau Jufrizal.***

Komentar

Loading...