Perintahkan Buka Blokade Warga Palestina, Siapa Presiden Al Sisi?

Perintahkan Buka Blokade Warga Palestina, Siapa Presiden Al Sisi?
Pos Perbatasan Rafah-Jalur Gaza. ©REUTERS
Penulis
Rubrik

Mesir | Berkah bulan suci Ramadhan juga menyelimuti warga Palestina. Betapa tidak, disaat diserang pasukan Israel secara membabi buta dan menewaskan lusinan pria dan wanita hingga anak-anak, Presiden Mesir Mesir Abdel Fattah al-Sisi membuka gerbang negaranya dengan Jalur Gaza selama Ramadhan.

Sebelumnya, Mesir menutup perbatasan untuk waktu yang lama setelah serangan terhadap pasukan keamanan Mesir di Semenanjung Sinai yang meningkat pada tahun 2013, yang kemudian pejabat Mesir menyalahkan militan Palestina dari Gaza.

"Saya mengeluarkan instruksi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan perbatasan Rafah terbuka sepanjang bulan suci Ramadhan," ucap Sisi melalui unggahan di Facebook dan Twitternya. "Dalam upaya untuk meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita di Jalur Gaza," lanjutnya.

Seperti dipublikasi REUTERS, keputusan tersebut diumumkan setelah 60 warga Palestina tewas dalam bentrokan berdarah di perbatasan Gaza pada awal pekan ini. Militer Israel melepaskan tembakan dan gas air mata kepada ribuan warga Palestina yang memprotes pendirian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem. Pintu perbatasan Rafah merupakan satu-satunya jalan menuju dunia luar terdekat yang tidak dikuasai Israel. Namun, Mesir kerap menutupnya karena faktor keamanan. Biasanya, perbatasan akan dibuka selama beberapa hari dalam setahun.

Rafah menjadi penting bagi warga Palestina setelah pasukan Israel menghancurkan bandara internasional Yasser Arafat pada 2001. Bandara itu merupakan satu-satunya bandara yang memungkinkan warga Palestina berpergian.

Abdel Fattah al-Sisi sendiri dikenal kontorversi awal memerintah Mesir. Dia disinyalir dibantu sejumlah negara barat menggulingkan Presiden Mesir Muhammad Morsi yang dipilih oleh warga Mesir sebanyak 52 persen dalam pemilu 2012.

Namu, pada Rabu 3 Juli 2013, Mursi resmi digulingkan oleh militer Mesir. Ketika mengumumkan pengambilalihan kekuasaan, Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Abdul Fatah al-Sisi didampingi oleh ulama Al-Azhar, pemimpin Gereja Kristen Koptik, pemimpin oposisi Muhammad elBaradei, pemimpin Partai Islam Nour dan tokoh gerakan Tamarod yang mengorganisir unjukrasa di Lapangan Tahrir.

Setelah empat tahun memimpin Negeri Paramida itu, Al Sisi semakin berkuasa setelah memenangkan Pemilu Maret 2018, dua bulan lalu.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi terpilih kembali untuk kedua kali dengan perolehan suara yang sangat fantastis dan mungkin satu-satunya di dunia, yaitu 97%. Ia memperpanjang jabatan empat tahun lagi dan ini jabatan untuk periode kedua.

Jauh-jauh hari Presiden Al-Sisi sudah menyingkirkan lawan-lawan politiknya seperti mantan Kepala Staf Angkatan Darat, yaitu Jenderal Sami Anan. Ia ditahan karena mengumumkan untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden Mesir pada bulan Januari 2018.

Presiden Donald Trump dan Presiden Putin juga sudah mengucapkan atas kemenangan atau terpilihnya kembali presiden Mesir Al-Sisi.

20180521-abdul-fattah-al-sisi-640x405

Abadikini.com

Kemenangan dengan angka yang hampir 100% bukan hal yang aneh karena Al-Sisi adalah tokoh militer yang telah melengserkan mantan presiden Mursi, yang saat ini di penjara.

Sekalipun menang dengan perolehan suara 97%, tetapi partisipasi rakyat Mesir dalam pemilihan presiden sangat rendah, yaitu hanya 40% dari 60 juta warga yang punya hak pilih atau suara.

Ada yang unik dalam kemenangan Al-Sisi ini, yaitu calon lawannya atau kandidat calon presiden hanya satu, itupun pendukung dari presiden Al- Sisi, yaitu Moussa Mostafa.  Jadi Mousaa Mostafa ini hanyalah boneka atau pelengkap untuk memenuhi prosedur dalam pilpres di Mesir. Karena di Mesir tidak ada lawan “kotak kosong” kalau calon presidennya hanya satu. Kalau di Indonesia mungkin ada aturan kalau calon presiden hanya satu, maka lawannya adalah “kotak kosong”.

Jadi kemenangan presiden Al-Sisi sudah diprediksi jauh-jauh hari karena para lawannya dari oposisi sudah pada mengundurkan diri dan tidak ikut dalam bursa pilpres di Mesir. Sekalipun kemenangannya kontroversi, namun KPU Mesir menganggap kemenangan Al-Sisi sah dan memenuhi standar integritas internasional dan transparan.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...