Iklan Ucapan Selamat Puasa Ramadhan
Iklan TRH sambut Puasa Ramadhan 1439

Periksa Nindya Karya sebagai Tersangka, Ini yang Digali KPK

Periksa Nindya Karya sebagai Tersangka, Ini yang Digali KPK
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Google)
Penulis
Rubrik
Sumber
detik.com

Jakarta | KPK memeriksa anggota Direksi PT Nindya Karya (NK), Haidar, sebagai wakil dari tersangka korporasi. Ada beberapa hal yang digali penyidik terkait BUMN itu, termasuk hubungan PT NK dengan PT Tuah Sejati (TS), yang juga menjadi tersangka.

"Pada prinsipnya, penyidik tadi melakukan klarifikasi tentang keikutsertaan atau peran PT NK bersama dengan Tuah Sejati. Kemudian kita klarifikasi juga profil dari PT NK dan juga SOP di NK, termasuk aturan pendelegasian wewenang di korporasi tersebut," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (11/5/2018).

Dalam pemeriksaan tersebut, Febri menyebut Haidar didampingi Muhamad Ibrahim dari bagian legal dan Yunianto selaku penasihat hukum. Pemeriksaan terhadap anggota direksi lain juga pernah dilakukan KPK sebelumnya. "Dan tim tentu saja akan terus memeriksa saksi lain, mempelajari berkas-berkas yang sudah kita miliki, baik yang sudah jadi alat bukti di persidangan sebelumnya ataupun bukti-bukti yang lain," ujar Febri.

Dalam kasus ini, kedua perusahaan tersebut terjerat kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang pada 2006-2011. PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati diduga diperkaya dalam proyek tersebut sehingga menyebabkan kerugian negara Rp 313 miliar.

Penyimpangan yang dilakukan adalah penunjukan langsung Nindya Sejati Join Operation sebagai pelaksana pembangunan, rekayasa penyusunan HPS (harga perkiraan sendiri) dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur. Diduga laba yang diterima PT Nindya Karya sebesar Rp 44,68 miliar, sedangkan PT Tuah Sejati sebesar Rp 49,9 miliar.***

Komentar

Loading...