Terkait Kasus OTT  Romahurmuziy

Penyidik KPK Minta Keterangan Lima Calon Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Penyidik KPK Minta Keterangan Lima Calon Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Lima Calon Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh (Foto: Dok. MODUSACEH.CO).
Rubrik

Banda Aceh | Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Prof. Farid Wajdi Ibrahim MA, mantan Rektor UIN Ar-Raniry, untuk diminta keterangan atau kesaksiannya, terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, Muchammad Romahurmuziy.

Pemanggilan itu sesuai surat panggilan, nomor: Spgl/3470/DIK.01.00/23/05/2019. ‘Untuk menghadap kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Petrus Silalahi dan Tim di Kantor KPK, Jalan Kuningan Jakarta, hari Selasa, tanggal 18 Juni 2019,’ tulis surat tanggal 29 Mei 2019 ini.

Surat yang ditandatangani RZ Panca Putra S atau nama pimpinan Deputi Bidang Penindakan (Direktur Penyidikan) selaku penyidik itu menyebutkan. Pemanggilan ini untuk didengar keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi yaitu, menerima hadiah atau janji terkait seleksi pada Kementerian Agama RI tahun 2018-2019, yang diduga dilakukan tersangka Muchammad Romahurmuziy, selaku anggota DPR RI Periode 2014-2019.

20190612-febri

Ini sesuai Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU No 31/1999, tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No: 20/2001 tentang perubahaan atas UU No:31/1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Prof Farid membenarkan bahwa dirinya telah mendapat surat pemanggilan sebagai saksi tersebut. Bahkan, dia mengaku sudah melakukan konfirmasi kepada Juru Bicara KPK tentang kebenaran surat tersebut. ‘Benar saya ada menerimanya,’ kata Prof. Farid.

Katanya, selain dirinya juga ada nama Prof Syahrizal Abbas. ‘Sama, tanggal 18 Juni 2019 mendatang,’ jelas dia. Sumber media ini mengungkapkan, pemanggilan Prof Farid dan Syahrial Abbas, terkait dengan status mereka sebagai calon Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 2018 lalu.

‘Kabarnya Prof Misri A Muchsin, Prof H. Warul Walidin, Prof Dr Syamsul Rijal juga dimintai keterangan sebagai saksi (calon rektor). Namun, untuk kepastiannya, silakan konfirmasi kepada yang bersangkutan,’ jelas sumber media ini di jajaran UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Namun, baik Prof Syahrial Abbas dan Prof Warul Walidin belum berhasil dikonfirmasi media ini. Dihubungi melalui telpon seluler, Rabu (12/6/2019) malam  tidak aktif, sementara Prof Syahrial Abbas tidak menjawab.

Sekedar informasi, tahapan pemilihahan calon Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry  Banda Aceh, telah meloloskan lima nama calon, untukmengikuti fit and proper test di Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018. Mereka diundang khusus oleh Ditjen Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Harris Vertu Hotel Harmoni Jakarta.

Adapun kelima calon Rektor UIN Ar-Raniry yang diundang mengikuti fit and proper test itu adalah, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, Prof Dr Misri A Muchsin Le MA, Prof Dr H Warul Walidin AK MA, Prof Dr Syamsul Rijal MA dan Prof Dr Syahrizal MA.

Nah, akhir dari proses ini, Kemenag RI memutuskan Prof Dr Warul Walidin sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Adakah kaitannya dengan kasus 'bagi-bagi jabatan yang kini menjerat mantan Ketua Umum PPP, Muchammad Romahurmuziy dengan proses pemilihan Raktor UIN Ar-Raniry Banda Aceh? Biar waktu menjawabnya.***

Komentar

Loading...