Breaking News

Penyedia Kost Sampai Oknum Polisi Dicambuk

Penyedia Kost Sampai Oknum Polisi Dicambuk
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh, melaksanakan uqubat cambuk terhadap enam pasangan terpidana yang telah divonis bersalah oleh Hakim Mahkamah Syariah. Mereka dicambuk di depan Mesjid Al-'Ala Gp. Cot Mesjid Kec. Lueng Bata, Senin, 15 April 2019.

Mereka yang dieksekusi cambuk karena melanggar syariat Islam, yakni melakukan perbuatan Jarimah Qhalwat. Melanggar Pasal 23 ayat 1 tentang hukuman jinayat. Dengan rata-rata dengan cambuk sebanyak 27 kali dan paling sedikit 8 kali cambukan.

Adapun mereka yang dihukum cambuk yaitu. Muzakir Bin Amirullah berpasangan dengan Zulfa Zirlia Binti M.Nasir. Ummul Hanny Binti Hamzah berpasangan dengan Ahmad Fadhil Bin Zinal Abidin. Fairus Bin Badrul berpasangan dengan Melda Bin Anmelia Binti Hasmir. Miftah Abdullah Bin Abdullah Ibrahim berpasangan dengan Nur Azizah Binti Idris Kasyah. Aurora Silitonga Binti Benedictus Aladin Silitoga berpasangan dengan Fheriyanto Bin Harun. Ronni Junises Aritonang Bin (Alm) Otto Aritonang berpasangan dengan Firman Bin M. Jamal.

Menariknya, mereka yang dijerat cambuk kali ini merupakan pelaku dari berbagai macam kasus. Ada satu orang penyedia tempat ikhtilath yang terjadi di Gampong Laksana. Ada juga sepasang ikhtilath di Gapong Rukoh, Gampong Lingke, Hotel UKM, Hotel Mars (Gampong Batoh) dan sepasang khalwat di Gampong  Kopelma Darussalam serta seorang kasus judi funland.

Kabid Penindakan dan Perundang-undangan Satpol PP Aceh, Drs Marwan saat dijumpai awak media menjelaskan hal tersebut. Katanya, yang dicambuk hari ini merupakan pelaku yang berasal dari kasus berbeda. Misal, Firman Bin M. Jamal, yang terjerat cambuk 27 kali. Dia merupakan penyedia tempat kost untuk melakukan hubungan khalwat. “Menurut pengakuannya, dia penyedia tempat sewa kostdi Kampong Laksana,” ungkapnya.

Selanjutnya, ada juga ditemui oknum polisi dari Poltabes Kota Banda Aceh yang melakukan hubungan khalwat. Sayangnya, terkait hal ini Marwan enggan berkomentar banyak. “Itu kasus kota, ngak tahu saya. Kasus lama, persis tanggal tertangkapnya saya ngak tahu lagi,” ungkap Marwan sambil tertawa kekeh.***

Komentar

Loading...