Breaking News

Jelang Akhir Kepengurusan Kadin Aceh

Pengurus dan Pengusaha Aceh Mulai Bicarakan Penganti H. Firmandez

Pengurus dan Pengusaha Aceh Mulai Bicarakan Penganti H. Firmandez
Pengurus Kadin Aceh dan Pengusaha, Ngopi Pagi Bersama di Warung Kopi Solong, Ule Kareng, Banda Aceh (Foto: Istn
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sosok Ketua dan Pengurus KADIN Aceh Periode 2018-2023, mulai menjadi pembicaraan di kalangan pengurus dan sejumlah pengusaha di Aceh. Ini sejalan dengan akan berakhirnya Pengurus Kadin Aceh Periode 2013-2018 dibawah kepemimpinan H. Firmandez.

Bahkan, Wakil Ketua Kadin Aceh T. Sulaiman Badai atau akrab disapa Ampon Leman mengaku. Pihaknya sudah membentuk kepanitiaan yang diketuai Wakil Ketua, Fahrizal Murphy (Ketua OC),  sementara Ketua Pengarah (SC) dipercayakan pada dirinya.

“Insya Allah jadwalnya sekitar Nopember 2018. Tapi ini masih tentatif. Bisa saja tiga bulan sejak berakhirnya pengurusan. Ini dibenarkan secara aturan atau maksimal tiga bulan,” kata Ampon Leman saat dikonfirmasi media ini, Rabu sore, 15 Agustus 2018.

20180815-t.-sulaiman-badai

Ketua SC, T. Sulaiman Badai (Foto: Acehsatu.com)

Pantauan media ini, beberapa pengurus dan pengusaha, Rabu pagi tadi, telah duduk santai, sambil ngopi. Salah satu pembicaraan mereka adalah, soal pelaksanaan Musda Kadin Aceh yang segera akan berakhir.

Salah seorang dari mereka mengaku, pembicaraan ini menjadi penting, guna menyambung kepemimpinan dan pengurus yang akan datang. “Soal figur ketua misalnya, paling tidak setara dengan H.Firmandez,” sebut salah seorang dari mereka.

Itu sebabnya, mereka mengaku akan bersilaturrahmi khusus dengan H.Firmandez untuk hajatan ini. Sebab, bagaimanapun arahan dan petunjuk dari anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar itu menjadi penting. “Nantinya, dari beliau kami akan mendapat arahan dan petunjuk untuk kemajuan Kadin Aceh ke depan, berdasarkan pengalaman selama ini,” ungkap salah seorang dari mereka.

Diakui, Kadin Aceh dibawah kepemimpinan H. Firmandez telah banyak berbuat, baik dalam dunia usaha maupun pembinaan keanggotaan. Hanya saja, H. Firmandez tidak mungkin lagi memimpin, karena secara aturan tidak diperbolehkan.

“Andai masih bisa, tentu kami akan meminta kesediaan H. Firmandez kembali. Namun, aturan melarang untuk itu. Karenanya, perlu dibicarakan sejak awal tentang sosok Ketua Kadin Aceh untuk lima tahun mendatang. Termasuk dengan H. Firmandez,” ujar seorang pengusaha.

Beberapa catatan prestasi H.Firmandez disebutkan. Misal, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri. Termasuk dengan kalangan kampus. “Namun, situasi politik di daerah ini beberapa tahun lalu, membuat beberapa program yang digagas menjadi lambat berjalan. Tapi, intinya H. Firmandez telah berbuat banyak untuk Kadin Aceh,” simpul mereka.***

Komentar

Loading...