Hadapi Porwil Sumatera, November 2019

Pengprov FPTI Aceh Lakukan Seleksi Atlit Pelatda  

Pengprov FPTI Aceh Lakukan Seleksi Atlit Pelatda  
Seleksi atlit Pelatda Porwil 2019 (Foto: Humas Pengprov FPTI Aceh)
Penulis
Rubrik
Sumber
Humas Pengprov FPTI Aceh

Banda Aceh | Mulai hari ini, 18 hingga 23 Maret 2019, Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI Aceh, melaksanakan seleksi atlit pemusatan latihan daerah (Pelatda), Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera, November 2019 mendatang di Provinsi Bengkulu.

Seleksi tersebut berlangsung di Sarana Wall Climbing Stadion Lhong Raya, Banda Aceh dan dibuka Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh. Ketua Platda, Faisal atau akrab disapa Bob menjelaskan. Ada 23 atlit (Pengcab/Pengkot FPTI se-Aceh) yang lolos dan dipanggil untuk mengikuti seleksi Platda 2019.

Mereka berasal dari Aceh Barat, Aceh Tengah, Aceh Timur, Banda Aceh, Aceh Selatan, Sabang, Bireuen, Gayo Lues dan Aceh Jaya. Namun, hanya 14 atlit yang hadir yaitu, 5 (3 putra dan 2 putri) dari Pengcab Aceh Timur, 2 putra (Aceh Tengah), 3 (putri) Aceh Besar, 1  putra asal Gayo Lues dan 1 putri dari Aceh Jaya. Sementara satu putra dari Aceh Barat atas nama Adek Adriantos mendapat willcard sebagai atlit binaan.

Seleksi dan Platda Porwil Sumatera ini dilakukan tiga pelatih yang juga mantan atlit nasional berdarah Aceh yaitu, Amri (lead dan boulder), Fajri (speed) serta Dhita (pisik), yang juga istri Fajri. “Ketiga mereka sudah kenyang dengan pengalaman dan prestasi di level nasional serta Internasional. Kita berterima kasih, karena mereka mau pulang dan membela tanah kelahirannya, Aceh,” kata Bob.

20190318-seleksi-pelatda-porwil-sumatera-2019

Ketua Umum Pengprov FPTI Aceh, H. Muhammad Saleh dalam arahannya mengatakan. Seleksi ini merupakan tahap awal untuk menjaring atlit menuju Porwil 2019 mendatang di Provinsi Bengkulu, November 2019. Dia berharap kepada para atlit untuk serius dan fokus mengikuti seleksi. Sebab, tidak semua peserta seleksi akan menjadi duta Aceh pada kontestasi Porwil se-Sumatera di Bengkulu.

“Banyak aspek yang dinilai, selain fisik dan kemampuan teknis, ada juga disiplin dan moral maupun etika. Bahkan, setiap atlit wajib membuat fakta integritas. Jika ada yang melanggar, maka akan dipulangkan ke daerah masing-masing,” tegasnya.

Selain itu, untuk tampil di Porwil Sumatera 2019, FPTI Aceh mengirim 5 atlit putra dan 5 putri. “Kami berterima kasih kepada KONI Aceh atas perhatiannya selama ini. Insya Allah, target satu emas di PON XX-2020 di Provinsi Papua akan tercapai,” kata H. Muhammad Saleh, optimis.

Begitupun, dia mengaku kecewa dengan Pengcab/Pengkot FPTI se-Aceh yang tidak  mengirim atlitnya untuk mengikuti seleksi. “Sekali lagi saya tegaskan, inilah potret dari lemahnya komitmen dan pembinaan dari pengurus di kabupaten/kota. Bayangkan, padahal kesempatan untuk jenjang karir atlit mereka sudah terbuka lebar, namun mereka tidak mengirimnya. Ini sama saja dengan “membunuh” karir atlit,” ungkap Shaleh, begitu dia akrab disapa.

Menurut Shaleh, tabiat jelek dari pengurus pengkab dan pengkot adalah, hanya berlatih dan mengunakan atlit saat kepentingan sesaat saja. Misal, Pra PORA maupun PORA. Usai pesta olahraga daerah itu, redup lagi dan baru bangkit kembali menjelang PORA pada event berikutnya. “Padahal, tindaklanjut jenjang karir atlit adalah Porwil, PON bahkan kejuaraan Asia dan dunia,” jelasnya.

20190318-pelatda

Karena itu sebut Shaleh, kondisi ini menjadi bahan evaluasi berkelanjutan dari Pengprov FPTI Aceh. Termasuk keputusan pembangunan minimal satu sarana (wall) di Pengcab/Pengkot hingga batas akhir Desember 2019. “Jika tidak, tetap akan kami bekukan kepengurusannya. Atlit tak boleh berhenti berlatih dan mengikuti kejuaraan, walau Pengkab/Pengkot FPTI di daerah mati suri atau ogah-ogahan dalam melatih,” ujarnya.

Salah satu jalan keluar sebut Shaleh, pihaknya akan membuka Sekolah Panjat Tebing di Banda Aceh. “Insya Allah, setelah Idul Fitri tahun ini akan kita undang dan beri kesempatan kepada pelajar SMA dan SMA di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk dididik sebagai atlit Panjat Tebing. Alhamdulillah kita sudah punya pelatih bersertifikat nasional,” papar Shaleh.

Dia optimis, Pengprov FPTI Aceh sudah memiliki Wall Climbing bantuan KONI Aceh dan Dispora Aceh. Termasuk satu ruangan sebagai Kantor Sekretariat. “Jadi, semua kegiatan kita pusatkan di sana,”  jelasnya.

Terkait prestasi di Porwil 2019, Shaleh mematok target minimal dua emas. ”Kami tak mau muluk-muluk, karena posisi persaingan di Sumatera semakin kuat. Insya Allah minimal dua medali emas dan satu emas di PON Papua 2020,” ujarnya.***

Komentar

Loading...